Friday, May 1, 2026

Namamu Masih Tinggal

 — Sepvra

[Verse 1]
Langit malam tak lagi sama
Sejak kau tak ada di sana
Semua terasa berbeda
Meski waktu terus berjalan

[Pre-Chorus]
Aku diam tanpa kata
Menyimpan semua yang tersisa

[Chorus]
Namamu masih tinggal di sini
Di ruang hati yang tak pernah pergi
Yang tak sempat kusayang sepenuhnya
Kini hanya jadi cerita

Bersamamu yang telah lama ku simpan
Segala rasa yang tak terungkapkan
Kalau rindu aku tak mampu
Menahan semua tentangmu

[Verse 2]
Kau pergi tanpa jeda
Tinggalkan tanya yang sama
Apa yang belum sempat ada
Kini hilang tanpa makna

[Pre-Chorus]
Aku tahu semua terlambat
Namun hatiku masih terikat

[Chorus]
Namamu masih tinggal di sini
Di ruang hati yang tak pernah pergi
Yang tak sempat kusayang sepenuhnya
Kini hanya jadi cerita

Bersamamu yang telah lama ku simpan
Segala rasa yang tak terungkapkan
Kalau rindu aku tak mampu
Menahan semua tentangmu

[Bridge]
Jika waktu mau kembali
Mungkin aku akan berani
Mengatakan semua ini
Sebelum kau benar pergi

[Chorus]
Namamu masih tinggal di sini
Meski kau tak lagi kembali
Yang tak sempat kusayang kini
Menjadi luka dalam hati

Bersamamu yang telah lama ku simpan
Kini hanya bayang yang ku kenang
Kalau rindu aku tak mampu
Melupakan semua tentangmu

Thursday, April 30, 2026

Jika Aku Bukan Yang Utama

 — Sepvra

[Verse 1]

Kau datang di waktu yang salah
Saat hatiku mulai percaya
Namun ada nama yang kau jaga
Yang tak pernah bisa kuganti

[Pre-Chorus]
Aku tahu aku di mana
Di antara cerita yang bukan milikku

[Chorus]
Jika aku bukan yang utama
Mengapa kau hadir begitu nyata
Membuatku jatuh terlalu dalam
Lalu membiarkanku tenggelam

Kini kupendam rinduku diam
Menjadi bayang di hidupmu
Aku ada… tapi tak pernah cukup
Untuk jadi satu di hatimu

[Verse 2]
Kau bilang ini hanya sementara
Namun rasaku terlanjur nyata
Setiap tawa yang kita bagi
Ternyata tak berarti bagimu

[Pre-Chorus]
Aku sadar semua batasnya
Namun hati tak tahu caranya

[Chorus]
Jika aku bukan yang utama
Mengapa kau hadir begitu nyata
Membuatku jatuh terlalu dalam
Lalu membiarkanku tenggelam

Kini kupendam rinduku diam
Menjadi bayang di hidupmu
Aku ada… tapi tak pernah cukup
Untuk jadi satu di hatimu

[Bridge]
Aku tahu aku takkan pernah memilikimu selamanya
Namun hati ini tetap memilih untuk setia
Aku rela menjadi yang kedua
Meski harus luka, meski harus menunggu tanpa arah

[Chorus]
Jika aku bukan yang utama
Biarkan aku belajar merelakan
Meski semua terasa nyata
Aku tak ingin jadi sementara

Kini kulepas rinduku perlahan
Meski masih tersisa luka
Aku pernah… mencintaimu utuh
Meski kau tak pernah memilihku

Tuesday, April 28, 2026

Seharusnya Kau Milikku (Terlambat Menyadari)

-Sepvra

[Verse 1]
Langkahmu hilang tanpa suara
Tinggalkan aku dalam tanya
Semua yang dulu terasa ada
Kini hanya jadi cerita

[Pre-Chorus]
Aku yang tak pernah mengerti
Arti hadirmu di sini

[Chorus]
Seharusnya kau milikku
Bukan jadi kenangan yang semu
Kini kupendam rinduku
Di antara sepi tanpamu

Bayang kasihmu masih di sini
Mengisi ruang yang kau tinggali
Dulu kau teman mimpiku
Kini hanya luka di hatiku

[Verse 2]
Terlambat aku menyadari
Kau adalah segalanya di hati
Saat semua telah pergi
Baru ku tahu arti sepi

[Pre-Chorus]
Aku yang terlalu biasa
Menganggapmu akan selalu ada

[Chorus]
Seharusnya kau milikku
Bukan jadi kenangan yang semu
Kini kupendam rinduku
Di antara sepi tanpamu

Bayang kasihmu masih di sini
Mengisi ruang yang kau tinggali
Dulu kau teman mimpiku
Kini hanya luka di hatiku

[Bridge]
Jika waktu bisa kembali
Takkan ku biarkan kau pergi
Namun semua telah terjadi
Dan kau tak lagi di sini

[Final Chorus]
Seharusnya kau milikku
Bukan jadi bayang yang berlalu
Kini kupendam rinduku
Meski takkan pernah bertemu

Bayang kasihmu masih di sini
Walau tak bisa kumiliki lagi
Dulu kau teman mimpiku

Kini hanya tinggal di hati 

Sunday, April 26, 2026

Belajar Menghapusmu Perlahan

 — Sepvra

Namamu masih tersisa
Di sudut-sudut yang tak ku duga
Kadang datang tanpa suara
Mengganggu malam yang kupaksa biasa

Langkahku berjalan biasa
Meski arahmu sudah berbeda

Aku coba tak mengingat
Semua yang pernah dekat

Aku belajar menghapusmu perlahan
Meski hati belum benar-benar rela
Setiap kenangan yang masih bertahan
Kubiarkan hilang tanpa banyak kata

Pelan-pelan ku lepaskan
Semua yang dulu kita jaga
Walau tak mudah ku jalani semua
Aku belajar… tanpamu saja

Mungkin waktu yang akan mengerti
Bagaimana caranya berhenti
Dari semua yang pernah berarti
Kini hanya tinggal sendiri

Friday, March 20, 2026

Magnet (Berbeda Itu Kita)

Magnet (Berbeda Itu Kita)


Awalnya langkah kita tak seirama

Kau cahaya, aku bayang yang lama

Dua kutub, dua perspektif yang berbeda

Namun di titik ini, logika tak lagi berdaya


Kita beradu argumen tanpa jeda

Tentang hal kecil yang tak ada harga

Tapi di balik riuh yang tak kunjung usai

Ada rindu yang diam-diam mulai terurai


Kutub yang sama pasti akan menolak!

Kutub yang beda buat detak makin bergejolak!

Di sela jarak yang membentang luas

Hati kita tertambat, tak ingin lepas!


Sebab perbedaanlah alasan kita jatuh cinta

Bukan karena serupa, tapi karena warna yang tak sama

Dalam segala hal yang tak pernah sejalan

Kita justru temukan satu muara tujuan


Kita tidak hadir untuk diseragamkan

Namun di dunia ini, kita dipertemukan

Tak perlu menjadi cermin untuk bisa memuja

Cukup menjadi pelengkap dalam satu jiwa!


Kutub yang sama pasti akan menolak!

Kutub yang beda buat detak makin bergejolak!

Di sela jarak yang membentang luas

Hati kita tertambat, tak ingin lepas!


Sebab perbedaanlah alasan kita jatuh cinta

Bukan karena serupa, tapi karena warna yang tak sama

Dalam segala hal yang tak pernah sejalan

Kita justru temukan satu muara tujuan


Tak harus sama...

Untuk selamanya bersama.

(Berbeda itu kita)



Song Credits


Producer : Larasrasa Music

Lyrics : T.Fany.R

Arrangements : Earwind

Video : T.Fany.R

Production House : CSE

Friday, March 13, 2026

Perempuan (Setelah) Senja

Perempuan (Setelah) Senja - T.Fany.R - Larasrasa Music (Official Video)


Kau datang membawa cerita yang kau sembunyikan

Di balik senyum yang lelah, namun memabukkan

Tatapanmu seperti biasa, hangat penuh rahasia

Kita sama-sama tahu... malam ini salah adanya


Kau selalu hadir saat lampu kota meredup

Saat sisa kewarasanku terasa tak cukup

Menarikku jatuh ke dalam pelukan

Ke sebuah ruang yang tak boleh diceritakan.


Kau perempuan setelah senja

Datang membuai saat dunia mulai terlena

Menyisakan rindu yang tak bisa kujelaskan

Kisah yang tak pernah boleh kupertahankan

Kita bersembunyi di balik gelapnya dunia

Kau... perempuan setelah senja


Kau bilang malam ini hanya milik kita

Tapi detak jam dinding seolah menertawakan fakta

Karena saat fajar menyentuh embun di kaca

Kau harus pulang padanya, mengulang sandiwara


Kau selalu hadir saat lampu kota meredup

Saat sisa kewarasanku terasa tak cukup...


Kau perempuan setelah senja

Datang membuai saat dunia mulai terlena

Menyisakan rindu yang tak bisa kujelaskan

Kisah yang tak pernah boleh kupertahankan

Kita bersembunyi di balik gelapnya dunia

Kau... perempuan setelah senja.


Mencintai di waktu yang tak semestinya!

Kita menggenggam asap, berharap menjadi permata

Pagi adalah musuh yang tak bisa kita lawan

Dan aku hanya bayangan... di kisah yang kau simpan!


Kau perempuan setelah senja

Datang membuai saat dunia mulai terlena

Menyisakan rindu yang tak bisa kujelaskan

Kisah yang tak pernah boleh kupertahankan


Singgah sebentar... lalu menghilang

Di antara detak jantung yang tak berani terang

Kau datang lalu pergi tanpa izin...

Meninggalkanku yang pura-pura lupa,

Kau perempuan setelah senja...


Yang selalu hadir... tapi tak pernah benar-benar tinggal.



Song Credits


Producer : Larasrasa Music

Lyrics : T.Fany.R

Arrangements : Earwind

Video : T.Fany.R

Production House : CSE

Pulang (Tidak Ada Mudik Tahun Ini, Tidak Ada Mudik Tahun Depan)

Pulang (Tidak Ada Mudik Tahun Ini, Tidak Ada Mudik Tahun Depan)


Lampu kota berpendar angkuh

Menertawakan langkahku yang rapuh

Di kamar sempit berselimut sepi

Kutatap senyummu di bingkai usang ini


Kudengar suaramu di ujung bimbang

Bertanya lirih, "Kapan kau pulang?"

Aku terdiam menahan getar suara

Menyembunyikan luka dan sisa asa


Jarak ke rumah terasa makin menjauh

Menopang mimpi yang kian rapuh

Maafkan aku...


Tak ada mudik untukku tahun ini!

Ongkos pulang masih terlalu tinggi!

Biar rindu ini kutelan sendiri

Tergerus kerasnya aspal di kota ini!


Mungkin tak ada mudik di tahun depan

Entah sampai kapan aku harus bertahan

Maafkan anakmu yang masih berjuang

Yang belum bisa bersimpuh di pangkuan


Jarak ke rumah terasa makin menjauh

Menopang mimpi yang kian rapuh

Maafkan aku...


Tak ada mudik untukku tahun ini!

Ongkos pulang masih terlalu tinggi!

Biar rindu ini kutelan sendiri

Tergerus kerasnya aspal di kota ini!


Kutatap kereta melaju membelah malam

Meninggalkanku dalam diam yang kelam

Ada satu kursi yang harusnya kumiliki

Namun nasib memaksaku tetap berdiam di sini!


Tak ada mudik untukku tahun ini...

Biar rindu ini kutelan sendiri...

Tergerus kerasnya aspal di kota ini!


Tetaplah di sana, di rumah yang sama

Di teras depan yang selalu terbuka

Fisikku tertahan di tanah seberang

Tapi percayalah... hatiku tak pernah berhenti pulang...