Saturday, May 30, 2026

Gamang

 

by Sepvra

[Verse 1]
Kau datang saat hujan reda
Membawa tenang yang lama hilang
Sedikit demi sedikit
Kau mengisi ruang yang pernah kosong

Aku tertawa lebih mudah
Aku tidur lebih nyenyak
Seolah hidup memberiku
Kesempatan untuk memulai lagi

[Pre-Chorus]
Tapi ada nama yang masih diam
Di sudut hati yang tak tersentuh

[Chorus]
Aku gamang
Saat kau menggenggam tanganku
Ada hangat yang kurasa
Namun bayangnya masih mengganggu

Aku gamang
Ingin melangkah bersamamu
Tapi sebagian dari diriku
Masih tertinggal di masa lalu

[Verse 2]
Kau tak pernah meminta lebih
Tak pernah memaksaku lupa
Tapi setiap kali kau tersenyum
Aku teringat senyum yang sama

Bukan karena kau kurang berarti
Bukan karena aku tak mencoba
Hanya saja ada cerita
Yang belum benar-benar selesai

[Pre-Chorus]
Dan semakin aku ingin pergi
Semakin kenangan menarik kembali

[Chorus]
Aku gamang
Saat kau menyebut namaku
Ada rasa yang tumbuh pelan
Namun luka lama belum berlalu

Aku gamang
Tak ingin menyakitimu
Karena hatiku mulai memilih
Tapi belum sepenuhnya utuh

[Bridge]
Bagaimana jika aku mencintaimu
Dengan hati yang masih terbagi?
Bagaimana jika aku bertahan
Namun bayangannya tak pernah pergi?

Aku takut menjadi alasan
Lukamu tumbuh suatu hari nanti
Karena yang kau butuhkan adalah cinta
Bukan seseorang yang masih mencari

[Final Chorus]
Aku gamang
Antara harapan dan kenangan
Antara membuka lembar baru
Atau tinggal dalam bayangan

Aku gamang
Karena untuk pertama kalinya
Aku menemukan seseorang yang tepat
Di waktu yang belum sepenuhnya siap

[Outro]
Maaf jika langkahku pelan
Aku sedang belajar melepaskan
Sebab mencintaimu bukan masalahnya
Yang sulit adalah melupakan.

Wednesday, May 20, 2026

Tak Usah Dendam


by Sepvra

[Verse 1]
Aku tahu rasanya
Dikhianati keadaan
Saat tulus yang kau beri
Berakhir jadi kehilangan

Dan manusia memang
Pandai meninggalkan luka
Seolah hati orang lain
Tak pernah berarti apa-apa

[Pre-Chorus]
Tapi hidup terlalu singkat
Untuk habis terbakar amarah

[Chorus]
Tak usah dendam
Biarkan waktu yang menjawab
Tak semua yang menyakitimu
Layak tinggal di dalam kepala

Tak usah benci
Lepaskan perlahan-lahan
Karena tenang lebih indah
Daripada memenangkan dendam

[Verse 2]
Aku pun pernah jatuh
Pada kecewa yang dalam
Ingin membalas semuanya
Dengan luka yang sama kelam

Namun semakin kubenci
Semakin aku tenggelam
Sampai akhirnya kusadar
Dendam hanya memperpanjang malam

[Pre-Chorus]
Beberapa hal memang
Harus selesai tanpa penjelasan

[Chorus]
Tak usah dendam
Biarkan hidup berputar
Yang menanam luka pada orang
Suatu hari akan belajar

Tak usah marah
Pada hal yang sudah hilang
Kadang cara terbaik sembuh
Adalah ikhlas dan melangkah pulang

[Bridge]
Memaafkan bukan berarti kalah
Hanya memilih hati tetap utuh
Sebab luka yang terus dipelihara
Akan tumbuh menjadi racun dalam tubuh

[Final Chorus]
Tak usah dendam
Tak perlu membalas semua
Karena hati yang damai
Lebih mahal dari ego dan amarah

Dan suatu hari nanti
Saat semuanya reda
Kau akan bersyukur
Tak ikut menjadi luka bagi dunia

[Outro]
Tak usah dendam
Biarkan alam melakukan tugasnya

Sunday, May 17, 2026

Tidak Benar-Benar Pergi


by Sepvra

[Verse 1]
Jam terus berputar
Tapi hatiku tertahan
Di ruang yang pernah
Kau jadikan tujuan

Aku mencoba tidur
Namun kenangan terlanjur hidup
Diam-diam memanggil
Saat semuanya hening dan redup

[Pre-Chorus]
Waktu berjalan perlahan
Tapi kenangan tak pernah pulang

[Chorus]
Karena kamu
Tidak benar-benar pergi
Masih tinggal di kepala
Di sela sepi yang sunyi

Dan aku
Masih bicara sendiri
Seolah kau ada di sini
Meski tak mungkin kembali

[Verse 2]
Foto-foto lama
Masih kusimpan diam-diam
Bukan untuk mengulang
Hanya takut semua hilang

Kadang aku sadar
Yang pergi bukan cintamu
Tapi diriku
Yang dulu hidup bersamamu

[Pre-Chorus]
Orang datang dan menghilang
Tapi rasa tak selalu selesai

[Chorus]
Karena kamu
Tidak benar-benar pergi
Masih hidup di lagu-lagu
Yang tak berani kunyanyikan lagi

Dan aku
Masih menunggu sunyi
Menghapus jejak langkahmu
Yang tertinggal di hati ini

[Bridge]
Mungkin memang
Beberapa kehilangan
Tak diciptakan untuk dilupakan

Hanya untuk diterima
Pelan-pelan
Sampai akhirnya kita terbiasa

[Final Chorus]
Karena kamu
Tidak benar-benar pergi
Masih ada di udara
Dalam setiap malam sepi

Dan aku
Akan belajar sendiri
Melepas tanpa membenci
Mengingat tanpa memiliki

[Outro]
Kamu tidak pergi
Hanya berubah menjadi kenangan
Yang tinggal lebih lama
Dari yang kubayangkan.

Friday, May 1, 2026

Namamu Masih Tinggal

 — Sepvra

[Verse 1]
Langit malam tak lagi sama
Sejak kau tak ada di sana
Semua terasa berbeda
Meski waktu terus berjalan

[Pre-Chorus]
Aku diam tanpa kata
Menyimpan semua yang tersisa

[Chorus]
Namamu masih tinggal di sini
Di ruang hati yang tak pernah pergi
Yang tak sempat kusayang sepenuhnya
Kini hanya jadi cerita

Bersamamu yang telah lama ku simpan
Segala rasa yang tak terungkapkan
Kalau rindu aku tak mampu
Menahan semua tentangmu

[Verse 2]
Kau pergi tanpa jeda
Tinggalkan tanya yang sama
Apa yang belum sempat ada
Kini hilang tanpa makna

[Pre-Chorus]
Aku tahu semua terlambat
Namun hatiku masih terikat

[Chorus]
Namamu masih tinggal di sini
Di ruang hati yang tak pernah pergi
Yang tak sempat kusayang sepenuhnya
Kini hanya jadi cerita

Bersamamu yang telah lama ku simpan
Segala rasa yang tak terungkapkan
Kalau rindu aku tak mampu
Menahan semua tentangmu

[Bridge]
Jika waktu mau kembali
Mungkin aku akan berani
Mengatakan semua ini
Sebelum kau benar pergi

[Chorus]
Namamu masih tinggal di sini
Meski kau tak lagi kembali
Yang tak sempat kusayang kini
Menjadi luka dalam hati

Bersamamu yang telah lama ku simpan
Kini hanya bayang yang ku kenang
Kalau rindu aku tak mampu
Melupakan semua tentangmu

Thursday, April 30, 2026

Jika Aku Bukan Yang Utama

— Sepvra

[Verse 1]

Kau datang di waktu yang salah
Saat hatiku mulai percaya
Namun ada nama yang kau jaga
Yang tak pernah bisa kuganti

[Pre-Chorus]
Aku tahu aku di mana
Di antara cerita yang bukan milikku

[Chorus]
Jika aku bukan yang utama
Mengapa kau hadir begitu nyata
Membuatku jatuh terlalu dalam
Lalu membiarkanku tenggelam

Kini kupendam rinduku diam
Menjadi bayang di hidupmu
Aku ada… tapi tak pernah cukup
Untuk jadi satu di hatimu

[Verse 2]
Kau bilang ini hanya sementara
Namun rasaku terlanjur nyata
Setiap tawa yang kita bagi
Ternyata tak berarti bagimu

[Pre-Chorus]
Aku sadar semua batasnya
Namun hati tak tahu caranya

[Chorus]
Jika aku bukan yang utama
Mengapa kau hadir begitu nyata
Membuatku jatuh terlalu dalam
Lalu membiarkanku tenggelam

Kini kupendam rinduku diam
Menjadi bayang di hidupmu
Aku ada… tapi tak pernah cukup
Untuk jadi satu di hatimu

[Bridge]
Aku tahu aku takkan pernah memilikimu selamanya
Namun hati ini tetap memilih untuk setia
Aku rela menjadi yang kedua
Meski harus luka, meski harus menunggu tanpa arah

[Chorus]
Jika aku bukan yang utama
Biarkan aku belajar merelakan
Meski semua terasa nyata
Aku tak ingin jadi sementara

Kini kulepas rinduku perlahan
Meski masih tersisa luka
Aku pernah… mencintaimu utuh
Meski kau tak pernah memilihku

Tuesday, April 28, 2026

Seharusnya Kau Milikku (Terlambat Menyadari)

-Sepvra

[Verse 1]
Langkahmu hilang tanpa suara
Tinggalkan aku dalam tanya
Semua yang dulu terasa ada
Kini hanya jadi cerita

[Pre-Chorus]
Aku yang tak pernah mengerti
Arti hadirmu di sini

[Chorus]
Seharusnya kau milikku
Bukan jadi kenangan yang semu
Kini kupendam rinduku
Di antara sepi tanpamu

Bayang kasihmu masih di sini
Mengisi ruang yang kau tinggali
Dulu kau teman mimpiku
Kini hanya luka di hatiku

[Verse 2]
Terlambat aku menyadari
Kau adalah segalanya di hati
Saat semua telah pergi
Baru ku tahu arti sepi

[Pre-Chorus]
Aku yang terlalu biasa
Menganggapmu akan selalu ada

[Chorus]
Seharusnya kau milikku
Bukan jadi kenangan yang semu
Kini kupendam rinduku
Di antara sepi tanpamu

Bayang kasihmu masih di sini
Mengisi ruang yang kau tinggali
Dulu kau teman mimpiku
Kini hanya luka di hatiku

[Bridge]
Jika waktu bisa kembali
Takkan ku biarkan kau pergi
Namun semua telah terjadi
Dan kau tak lagi di sini

[Final Chorus]
Seharusnya kau milikku
Bukan jadi bayang yang berlalu
Kini kupendam rinduku
Meski takkan pernah bertemu

Bayang kasihmu masih di sini
Walau tak bisa kumiliki lagi
Dulu kau teman mimpiku

Kini hanya tinggal di hati 

Sunday, April 26, 2026

Belajar Menghapusmu Perlahan

 — Sepvra

Namamu masih tersisa
Di sudut-sudut yang tak ku duga
Kadang datang tanpa suara
Mengganggu malam yang kupaksa biasa

Langkahku berjalan biasa
Meski arahmu sudah berbeda

Aku coba tak mengingat
Semua yang pernah dekat

Aku belajar menghapusmu perlahan
Meski hati belum benar-benar rela
Setiap kenangan yang masih bertahan
Kubiarkan hilang tanpa banyak kata

Pelan-pelan ku lepaskan
Semua yang dulu kita jaga
Walau tak mudah ku jalani semua
Aku belajar… tanpamu saja

Mungkin waktu yang akan mengerti
Bagaimana caranya berhenti
Dari semua yang pernah berarti
Kini hanya tinggal sendiri

Friday, March 20, 2026

Magnet (Berbeda Itu Kita)

Magnet (Berbeda Itu Kita)


Awalnya langkah kita tak seirama

Kau cahaya, aku bayang yang lama

Dua kutub, dua perspektif yang berbeda

Namun di titik ini, logika tak lagi berdaya


Kita beradu argumen tanpa jeda

Tentang hal kecil yang tak ada harga

Tapi di balik riuh yang tak kunjung usai

Ada rindu yang diam-diam mulai terurai


Kutub yang sama pasti akan menolak!

Kutub yang beda buat detak makin bergejolak!

Di sela jarak yang membentang luas

Hati kita tertambat, tak ingin lepas!


Sebab perbedaanlah alasan kita jatuh cinta

Bukan karena serupa, tapi karena warna yang tak sama

Dalam segala hal yang tak pernah sejalan

Kita justru temukan satu muara tujuan


Kita tidak hadir untuk diseragamkan

Namun di dunia ini, kita dipertemukan

Tak perlu menjadi cermin untuk bisa memuja

Cukup menjadi pelengkap dalam satu jiwa!


Kutub yang sama pasti akan menolak!

Kutub yang beda buat detak makin bergejolak!

Di sela jarak yang membentang luas

Hati kita tertambat, tak ingin lepas!


Sebab perbedaanlah alasan kita jatuh cinta

Bukan karena serupa, tapi karena warna yang tak sama

Dalam segala hal yang tak pernah sejalan

Kita justru temukan satu muara tujuan


Tak harus sama...

Untuk selamanya bersama.

(Berbeda itu kita)



Song Credits


Producer : Larasrasa Music

Lyrics : T.Fany.R

Arrangements : Earwind

Video : T.Fany.R

Production House : CSE

Friday, March 13, 2026

Perempuan (Setelah) Senja

Perempuan (Setelah) Senja - T.Fany.R - Larasrasa Music (Official Video)


Kau datang membawa cerita yang kau sembunyikan

Di balik senyum yang lelah, namun memabukkan

Tatapanmu seperti biasa, hangat penuh rahasia

Kita sama-sama tahu... malam ini salah adanya


Kau selalu hadir saat lampu kota meredup

Saat sisa kewarasanku terasa tak cukup

Menarikku jatuh ke dalam pelukan

Ke sebuah ruang yang tak boleh diceritakan.


Kau perempuan setelah senja

Datang membuai saat dunia mulai terlena

Menyisakan rindu yang tak bisa kujelaskan

Kisah yang tak pernah boleh kupertahankan

Kita bersembunyi di balik gelapnya dunia

Kau... perempuan setelah senja


Kau bilang malam ini hanya milik kita

Tapi detak jam dinding seolah menertawakan fakta

Karena saat fajar menyentuh embun di kaca

Kau harus pulang padanya, mengulang sandiwara


Kau selalu hadir saat lampu kota meredup

Saat sisa kewarasanku terasa tak cukup...


Kau perempuan setelah senja

Datang membuai saat dunia mulai terlena

Menyisakan rindu yang tak bisa kujelaskan

Kisah yang tak pernah boleh kupertahankan

Kita bersembunyi di balik gelapnya dunia

Kau... perempuan setelah senja.


Mencintai di waktu yang tak semestinya!

Kita menggenggam asap, berharap menjadi permata

Pagi adalah musuh yang tak bisa kita lawan

Dan aku hanya bayangan... di kisah yang kau simpan!


Kau perempuan setelah senja

Datang membuai saat dunia mulai terlena

Menyisakan rindu yang tak bisa kujelaskan

Kisah yang tak pernah boleh kupertahankan


Singgah sebentar... lalu menghilang

Di antara detak jantung yang tak berani terang

Kau datang lalu pergi tanpa izin...

Meninggalkanku yang pura-pura lupa,

Kau perempuan setelah senja...


Yang selalu hadir... tapi tak pernah benar-benar tinggal.



Song Credits


Producer : Larasrasa Music

Lyrics : T.Fany.R

Arrangements : Earwind

Video : T.Fany.R

Production House : CSE

Pulang (Tidak Ada Mudik Tahun Ini, Tidak Ada Mudik Tahun Depan)

Pulang (Tidak Ada Mudik Tahun Ini, Tidak Ada Mudik Tahun Depan)


Lampu kota berpendar angkuh

Menertawakan langkahku yang rapuh

Di kamar sempit berselimut sepi

Kutatap senyummu di bingkai usang ini


Kudengar suaramu di ujung bimbang

Bertanya lirih, "Kapan kau pulang?"

Aku terdiam menahan getar suara

Menyembunyikan luka dan sisa asa


Jarak ke rumah terasa makin menjauh

Menopang mimpi yang kian rapuh

Maafkan aku...


Tak ada mudik untukku tahun ini!

Ongkos pulang masih terlalu tinggi!

Biar rindu ini kutelan sendiri

Tergerus kerasnya aspal di kota ini!


Mungkin tak ada mudik di tahun depan

Entah sampai kapan aku harus bertahan

Maafkan anakmu yang masih berjuang

Yang belum bisa bersimpuh di pangkuan


Jarak ke rumah terasa makin menjauh

Menopang mimpi yang kian rapuh

Maafkan aku...


Tak ada mudik untukku tahun ini!

Ongkos pulang masih terlalu tinggi!

Biar rindu ini kutelan sendiri

Tergerus kerasnya aspal di kota ini!


Kutatap kereta melaju membelah malam

Meninggalkanku dalam diam yang kelam

Ada satu kursi yang harusnya kumiliki

Namun nasib memaksaku tetap berdiam di sini!


Tak ada mudik untukku tahun ini...

Biar rindu ini kutelan sendiri...

Tergerus kerasnya aspal di kota ini!


Tetaplah di sana, di rumah yang sama

Di teras depan yang selalu terbuka

Fisikku tertahan di tanah seberang

Tapi percayalah... hatiku tak pernah berhenti pulang...

Tuesday, March 10, 2026

Bosan Aku dengan Penat

Bosan Aku dengan Penat - T.Fany.R - Larasrasa Music


Pagi datang persis seperti kemarin

Langkah kaki terasa semakin dingin

Hari-hari berputar tanpa makna

Seolah hidup rutinitas semata


Wajah-wajah menyapa lalu pergi

Banyak tawa tanpa benar mengerti

Di tengah bising dunia tak peduli

Aku terdiam dengan sepi sendiri


Terkadang ingin kuberhenti sejenak

Menarik napas dari dada yang sesak...


Bosan aku dengan penat!

Dengan hari yang kian terasa berat

Aku ingin lari sebentar

Mencari ruang 'tuk bebas bernapas


Bosan aku dengan penat!

Dengan arus hidup yang terlalu cepat

Biar kutemukan lagi arah

Sebelum lelah ini memaksaku pasrah


Di tengah bising dunia tak peduli

Aku terdiam dengan sepi sendiri


Terkadang ingin kuberhenti sejenak

Menarik napas dari dada yang sesak...


Bosan aku dengan penat!

Dengan hari yang kian terasa berat

Aku ingin lari sebentar

Mencari ruang 'tuk bebas bernapas


Bosan aku dengan penat!

Dengan arus hidup yang terlalu cepat

Biar kutemukan lagi arah

Sebelum lelah ini memaksaku pasrah


Bukan kuingin menyerah pada takdir!

Hanya butuh waktu agar waras tak menyingkir

Dunia takkan runtuh jika kupejamkan mata

Menyembuhkan luka yang tak pernah bicara...


Bosan aku dengan penat!

Dengan hari yang kian terasa berat

Aku ingin lari sebentar

Mencari ruang 'tuk bebas bernapas


Sebelum lelah memaksaku pasrah...

Beri aku ruang...

'Tuk bernapas bebas...

Hilangkan penat...



Song Credits


Producer : Larasrasa Music

Lyrics : T.Fany.R

Arrangements : Earwind

Video : T.Fany.R

Production House : CSE

Karena Kita Adalah Satu

Sejak pertama kita berjalan

Ada tenang yang sulit dijelaskan

Seperti dua langkah berbeda

Yang akhirnya menemukan arah yang sama


Saat dunia terasa bising

Kau selalu menjadi hening

Tempat segala lelah berhenti

Tanpa perlu banyak mengerti


Tak perlu kata yang berlebihan

Semua terasa cukup dengan kehadiran


Karena kita adalah satu

Meski waktu berubah selalu

Langkahmu dan langkahku

Selalu menemukan jalan yang sama


Karena kita adalah satu

Meski dunia berlari jauh

Di setiap hari yang berlalu

Namamu tetap menjadi tujuanku

Karena Rasa Waktu Terbagi Dua


Karena (Rasa) Waktu Terbagi Dua - T.Fany.R - Larasrasa Music


Langkahku dulu berjalan biasa

Hari-hari berputar tanpa warna

Namun sejak kau hadir menyapa

Ada ruang di hati yang terbuka


Dulu nafasku hanya tentang aku

Tentang ambisi yang selalu kupacu

Kini namamu menyelinap di sela waktu

Tumbuh diam-diam jadi masa depanku


Kini aku belajar merangkai arah

Menyatukan duniaku dan hatimu yang singgah


Karena (rasa) kini waktu terbagi dua

Antara kerasnya mimpi dan hangatnya rasa


Karena (rasa) kini waktu terbagi dua

Antara panjangnya jalan dan kau rumah jiwa

Meski rute hidupku tak lagi sama

Bersamamu hatiku tak pernah ragu melangkah


Tak kusesali ruang yang terbagi

Justru kau buat mimpiku makin berarti

Setiap lelahku mengejar dunia

Selalu ada senyummu sebagai pelipur lara


Kini aku belajar merangkai arah

Menyatukan duniaku dan hatimu yang singgah


Karena (rasa) kini waktu terbagi dua

Antara kerasnya mimpi dan hangatnya rasa


Karena (rasa) kini waktu terbagi dua

Antara panjangnya jalan dan kau rumah jiwa

Meski rute hidupku tak lagi sama

Bersamamu hatiku tak pernah ragu melangkah


Tak ada yang harus dikorbankan

Cinta dan mimpi kini sejalan

Kau adalah jangkar saatku terbang

Tempatku pulang

Tempatku tenang



Karena (rasa) kini waktu terbagi dua

Antara kerasnya mimpi dan hangatnya rasa


Karena (rasa) kini waktu terbagi dua

Antara panjangnya jalan dan kau rumah jiwa

Meski rute hidupku tak lagi sama

Bersamamu hatiku tak pernah ragu melangkah


Waktu terbagi dua

Namun hatiku untukmu

Pulangku ke rumah jiwa



Song Credits


Producer : Larasrasa Music

Lyrics : T.Fany.R

Arrangements : Earwind

Video : T.Fany.R

Production House : CSE

Monday, March 9, 2026

Meluluhkan Hatimu (Tidak Seindah Bayanganku)

Meluluhkan Hatimu (Tidak Seindah Bayanganku) - T.Fany.R - Larasrasa Music


Aku datang dengan harapan

Membawa mimpi yang kusembunyikan

Kupikir hatimu hanya menunggu

Sedikit waktu untuk terbuka


Namun langkahku mulai ragu

Saat jarak terasa semakin jauh


Ternyata meluluhkan hatimu tidak seindah bayanganku

Tak semudah cerita cinta yang dulu pernah kutahu

Aku mencoba bertahan di antara harap yang semu

Namun cintamu tetap tak berpihak padaku


Setiap kata yang kuucap

Seakan hilang di ruang yang gelap


Mungkin aku hanya cerita

Yang singgah sebentar di hidupmu


Ternyata meluluhkan hatimu tidak seindah bayanganku

Tak semudah cerita cinta yang dulu pernah kutahu

Aku mencoba bertahan di antara harap yang semu

Namun cintamu tetap tak berpihak padaku


Kini aku belajar pulang dari harapan yang keliru


Kini aku belajar pulang dari harapan yang keliru



Song Credits


Producer : Larasrasa Music

Lyrics : T.Fany.R

Arrangements : Earwind

Video : T.Fany.R

Production House : CSE

Tidak Perlu Dipapah

Aku tidak gentar tenggelam dalamnya lautan

Tapi aku takut terbenam dalam sakitnya hati ini

Lalu bersemanyam sunyi

Menjadi luka yang diam-diam abadi


Aku tidak perlu dipapah sepi

Masih bisa berdiri sendiri

Dengan kakiku ini

Melangkah pelan menjauh dari bayangmu


Kini aku belajar kuat tanpa dirimu

Menata hati yang pernah jatuh

Tak semua yang datang harus tinggal

Tak semua yang pergi harus ditangisi


Dulu kupikir dunia runtuh

Saat kau memilih pergi

Namun waktu mengajarkanku

Cara pulih dari sepi


Aku tidak perlu dipapah sepi

Karena kini aku mengerti

Kadang kehilangan seseorang

Adalah cara menemukan diri sendiri

Dia Yang

Dia Yang - T.Fany.R - Larasrasa Music


Dia yang mewujud dalam pesona

Dengan sorot mata yang menyita dunia

Dan untai tawa yang meredam gulita

Meruntuhkan logikaku tanpa sisa


Dia yang pernah bertahta di palung hati

Membangunkan lelapnya ribuan memori

Namun kini lenyap menepi dan pergi

Meninggalkan sunyi yang tak sanggup ku sesapi


Dia yang mengukir manisnya duka

Mengenalkan pada palung terdalam luka

Memadukan perih dan merdunya suka

Mencari hapus rindu yang enggan reda di dada


Dia yang singgah di penghujung sore itu

Lalu pudar tertelan temaram senja berlalu

Mengabur membisu dan perlahan membeku

Melukis jejak hampa di hamparan langit waktu


Dia yang mengukir manisnya duka

Mengenalkan pada palung terdalam luka

Memadukan perih dan merdunya suka

Mencari hapus rindu yang enggan reda di dada


Mencari hapus rindu yang enggan reda

 

Melukis jejak hampa di hamparan langit waktu



Song Credits


Producer : Larasrasa Music

Lyrics : T.Fany.R

Arrangements : Earwind

Video : T.Fany.R

Production House : CSE

Aku Tidak Mau

Malam datang tanpa janji
Sunyi duduk di sebelahku lagi
Bayanganmu lewat pelan
Seperti lagu yang tak ingin usai

Kucoba menutup ingatan
Tapi namamu selalu pulang

Aku tidak mau rindu
Karena seperti melempar dadu
Memilih antara sedih, pedih, atau sendu
Dan entah mana yang jatuh untukku

Ada yang hilang
Sejak langkahmu tak lagi pulang

Kupikir waktu bisa membantu
Ternyata ia hanya menunggu

Jika rindu adalah permainan
Aku selalu kalah pelan-pelan

Wisata Masa Lalu

Wisata Masa Lalu - T.Fany.R - Larasrasa Music


Langkahku tertahan di sudut kota tua

Di mana detak cerita sempat bermuara

Aroma tanah basah, pekat kopi di udara

Menarik paksa rindu dari tidur lamanya


Tak mengira, wajahmu ada di sana

Lengkung senyum yang tak pernah kehilangan warna

Seolah sang waktu sedang bersandiwara

Hanya memisahkan kita untuk sementara


Kita membisu, namun tatapmu bicara

Tentang bab-bab usang yang belum selesai terbaca...


Inilah wisata masa lalu

Menelusuri kembali hati yang pernah satu

Semua fragmen hidup, berdenyut kembali

Saat kau berdiri tepat di hadapanku lagi


Wisata masa lalu yang tak terduga

Membasuh luka, memantik bahagia


Mengulang narasi yang sempat membeku

Ruang-ruang hampa yang diam-diam merindu

Mungkin jalan ini tak lagi buntu

Sebab semesta memberi kita waktu


Inilah wisata masa lalu

Menelusuri kembali hati yang pernah satu

Semua fragmen hidup, berdenyut kembali

Saat kau berdiri tepat di hadapanku lagi


Wisata masa lalu tak lagi sendu

Kini jemari kita menulis cerita baru

Dari dua jiwa yang pernah ragu

Menjelma cinta... yang akhirnya bertemu.



Song Credits


Producer : Larasrasa Music

Lyrics : T.Fany.R

Arrangements : Earwind

Video : T.Fany.R

Production House : CSE

Menggelisa

Menggelisa - T.Fany.R - Larasrasa Music


Malam turun tanpa suara

Lampu kota redup di jendela

Aku duduk dengan pikiran yang sama

Pertanyaan lama yang tak pernah reda


Langkah-langkah yang kutempuh

Seakan berputar di tempat yang itu

Semua jalan terlihat terbuka

Namun tak satu pun terasa milikku


Ada yang berisik di dalam kepala

Suara yang tak mau diam


Menggelisa… hati ini menggelisa

Di antara mimpi dan kenyataan yang berbeda

Menggelisa… jiwa ini menggelisa

Mencari arti dari hidup yang terasa

Seperti berjalan… tanpa peta


Masih bernapas di antara tanda tanya

Menggelisa… tapi aku percaya


Menggelisa… hati ini menggelisa

Di antara mimpi dan kenyataan yang berbeda

Menggelisa… jiwa ini menggelisa

Mencari arti dari hidup yang terasa


Esok cahaya datang

Menunjukkan jalan pulang



Song Credits


Producer : Larasrasa Music

Lyrics : T.Fany.R

Arrangements : Earwind

Video : T.Fany.R

Production House : CSE

Wednesday, January 28, 2026

20 Tahun Cerita Kita


20 Tahun Cerita Kita


Jejak pertama masih terekam

Tawa lepas di bawah temaram

Dari asa yang dulu sederhana

Kini merajut epic yang terpana


Dua dekade seakan sekejab

Mendewasakan rindu yang menetap

Mimpi-mimpi yang dulu kita eja

Kini mewujud nyata di satu meja


Tak selamanya jalan ini landai

Namun badai pun berani kita tuai


20 tahun cerita kita

Menjaga di asa di tiap gulita

Melewati tawa dan derai air mata

Tanpa jeda tanpa pernah berdusta


Tak butuh frasa yang terlampau puitis

Biar waktu yang menuliskan baris

20 tahun satu pelukan

Adalah mahakarya yang kita hidupkan


Ada kalanya musim berganti kelabu

Saat lelah diam-diam mengetuk pintu

Kita belajar meredam ego yang goyah

Saling menopang kala langkah mulai lelah


Tak semua teka-teki harus terjawab

Dalam beda kita temukan mufakat

Waktu menguji dengan segala cara

Namun jangkar kita terlampau badai


20 tahun cerita kita

Menjaga asa di tiap gulita

Melewati tawa dan derai air mata

Tanpa jeda tanpa pernah berdusta


Tak butuh frasa yang terlampau puitis

Biar waktu yang menuliskan baris

20 tahun satu pelukan

Adalah mahakarya yang kita hidupkan


Ketika esok dunia menua

Biar cinta ini yang tetap muda

Lebih dari sekedar rentetan kenangan

Kini warisan cinta yang tak kan lekang


20 tahun cerita kita

Menjaga asa di tiap gulita

Melewati tawa dan derai air mata

Tanpa jeda tanpa pernah berdusta


20 tahun 

Dan masih berjalan

Rasa ini utuh

Tak tersapu sama


20 tahun 

Dan masih berjalan

Rasa ini utuh

Tak tersapu sama

Friday, January 23, 2026

Cahaya Mata


Cahaya Mata


Di pagi tenang yang sederhana

Kudengar tawa kecil menggema

Langkah mungil berlari tanpa arah

Mengubah sepi menjadi meriah 


Dua jiwa yang Tuhan titipkan

Satu alasan aku bertahan

Tak pernah lagi ku minta lebih 

Dipeluk kalian lelahku pulih


Kalian cahaya mata pelumpuh hatiku

Bahagiaku takkan utuh bila tanpamu

Takkan ku tukar walau dengan isi dunia

Karna semua arti hidupku ada disana


Kuharap waktu sudi melambat

Menahan kalian tumbuh melesat

Di setiap jatuh dan tangis pecah

Tanganku selalu menjaga langkah


Dua jiwa yang Tuhan titipkan

Satu alasan aku bertahan

Tak pernah lagi ku minta lebih 

Dipeluk kalian lelahku pulih


Kalian cahaya mata pelumpuh hatiku

Bahagiaku takkan utuh bila tanpamu

Takkan ku tukar walau dengan isi dunia

Karna semua arti hidupku ada disana


Jika esok kalian jauh melangkah

Mengejar mimpi di luar batas rumah

Ingatlah pintu ini takkan tertutup

Kalian selalu hidup di tiap doa yang kuucap


Kalian cahaya mata pelumpuh hatiku

Bahagiaku takkan utuh bila tanpamu

Takkan ku tukar walau dengan isi dunia

Karna semua arti hidupku ada disana


Dua cahaya kecilku

Menjadi alasan jiwaku utuh



Song Credits


Producer : Larasrasa Music

Lyrics : T.Fany.R

Arrangements : Earwind

Video : T.Fany.R

Production House : CSE

Wednesday, January 21, 2026

Pertunangan Kita (Hari di Mana Aku dan Kamu Menjadi Kita / 21 Januari 2006)



Pertunangan Kita 

(Hari di Mana Aku dan Kamu Menjadi Kita / 21 Januari 2006)

T.Fany.R - Larasrasa Music


Ooo... mmm...


Hari itu tak pernah terasa biasa

Semesta hening, turut merestui kita

Meski kini tak lagi sebebas merpati

Ada damai yang mengikat di dalam hati


Tatap matamu menyiratkan harapan

Satu persatu janji suci dilisankan

Meski langkah tak lagi selepas sang angin

Ada cinta tempat kita meneduhkan batin


Di tanggal yang takkan lekang oleh usia

Tak ada lagi ragu yang tersisa


Dua puluh satu Januari, dua ribu enam

Menjadi saksi ikatan suci yang kita tanam

Di antara bait harapan dan doa yang dalam

Kita labuhkan hati, menepis segala kelam


Cincin kecil yang melingkar di jemari

Bukan sekadar penanda waktu berganti

Namun prasasti bahwa kita sungguh percaya

Merajut esok, meniti masa bahagia


Di tanggal yang takkan lekang oleh usia

Tak ada lagi ragu yang tersisa


Dua puluh satu Januari, dua ribu enam

Menjadi saksi ikatan suci yang kita tanam

Di antara bait harapan dan doa yang dalam

Kita labuhkan hati, menepis segala kelam


Hanya keyakinan yang kini bertahta

Terukir abadi dalam setiap cerita


Hari di mana... 

Kau dan aku...

Menjadi kita...



Song Credits


Producer : Larasrasa Music

Lyrics : T.Fany.R

Arrangements : Earwind

Video : T.Fany.R

Production House : CSE