Pulang (Tidak Ada Mudik Tahun Ini, Tidak Ada Mudik Tahun Depan)
Lampu kota berpendar angkuh
Menertawakan langkahku yang rapuh
Di kamar sempit berselimut sepi
Kutatap senyummu di bingkai usang ini
Kudengar suaramu di ujung bimbang
Bertanya lirih, "Kapan kau pulang?"
Aku terdiam menahan getar suara
Menyembunyikan luka dan sisa asa
Jarak ke rumah terasa makin menjauh
Menopang mimpi yang kian rapuh
Maafkan aku...
Tak ada mudik untukku tahun ini!
Ongkos pulang masih terlalu tinggi!
Biar rindu ini kutelan sendiri
Tergerus kerasnya aspal di kota ini!
Mungkin tak ada mudik di tahun depan
Entah sampai kapan aku harus bertahan
Maafkan anakmu yang masih berjuang
Yang belum bisa bersimpuh di pangkuan
Jarak ke rumah terasa makin menjauh
Menopang mimpi yang kian rapuh
Maafkan aku...
Tak ada mudik untukku tahun ini!
Ongkos pulang masih terlalu tinggi!
Biar rindu ini kutelan sendiri
Tergerus kerasnya aspal di kota ini!
Kutatap kereta melaju membelah malam
Meninggalkanku dalam diam yang kelam
Ada satu kursi yang harusnya kumiliki
Namun nasib memaksaku tetap berdiam di sini!
Tak ada mudik untukku tahun ini...
Biar rindu ini kutelan sendiri...
Tergerus kerasnya aspal di kota ini!
Tetaplah di sana, di rumah yang sama
Di teras depan yang selalu terbuka
Fisikku tertahan di tanah seberang
Tapi percayalah... hatiku tak pernah berhenti pulang...
No comments:
Post a Comment