Showing posts with label Sadness Gallery. Show all posts
Showing posts with label Sadness Gallery. Show all posts

Tuesday, October 5, 2021

Aku Benci

Aku Benci - T.Fany.R - Larasrasa Music


Aku benci sore yang merangkak jadi senja

Hanya melata memelas dan mengiba

Dongeng kita rupanya tak lagi bernyawa

Sebab kau bukan ratu dan aku bukan raja


Aku benci kamu sungguh aku benci

Pertengkaran ini sudah di titik jemu

Tak usah lagi ada yang kita sesali

Sudah stop tak perlu lagi kita bertemu


Aku benci petang yang merampas terang

Pandai benar ia membuat hari terbenam

Membawa sisa asa yang perlahan hilang

Hingga air mataku membuat raga tenggelam


Aku benci kamu sungguh aku benci

Pertengkaran ini sudah di titik jemu

Tak usah lagi ada yang kita sesali

Sudah stop tak perlu lagi kita bertemu


Bahkan mendung yang jatuh menjadi hujan

Hanya tumpah percuma membasahi jalan

Sama seperti janji yang sering kau ucapkan

Kini yang tersisa di dadaku hanyalah keraguan


Aku benci kamu sungguh aku benci

Pertengkaran kita sudah di titik jemu

Tak usah lagi ada yang sudi dicari

Sudah stop tak perlu lagi kita bertemu

Tak perlu lagi kita bertemu



Song Credits


Producer : Larasrasa Music

Lyrics : T.Fany.R

Arrangements : Earwind

Video : T.Fany.R

Production House : CSE

Thursday, September 16, 2021

Aku dan Kenangan

Kuhabiskan waktu panjang dengan halaman-halaman kosong

Padahal aku sudah menabur hati

Namun kenapa aku menuai badai

Ternyata ada sore yang berkhianat


Yang membuahkan luka

Kau curangi aku lagi


Hapus saja perasaan hati ini

Aku tak mau menerimamu lagi


Mungkin aku yang bodoh

Atau mungkin definisi cinta kita tidak sama

Wednesday, September 8, 2021

Aku tidak sedang lari

Aku tidak sedang lari
Aku hanya menenangkan hati yang sedang penuh emosi
Tapi kenapa muka bersemu
Merah dan malu

Aku tidak sedang lari
Aku hanya menenangkan hati yang sedang penuh emosi
Tapi kenapa jantung berdebar cepat
Tidak juga waktu yang sering memburu

Tapi
Kini berbeda
Tidak lagi

Kini
Lari menuju sunyi
Kehilangan rasa tapi masih tetap peduli

Perasaanku padamu tidak ada kata karena
Namun, cat ini sudah pudar, perlu dicat ulang
Atau aku ganti saja semua

Monday, August 23, 2021

Menangis Tanpa Suara

Menangis Tanpa Suara - T.Fany.R - Larasrasa Music


Hidup bagai menggambar tanpa penghapus

Yang terlanjur tercoret akan terus membekas

Hingga menangis tanpa suara

Menjadi kisah yang diam-diam tersimpan di dada


Mengalir penuh kesedihan

Menjadi butir tangisan

Dan buih kepiluan

Yang hanyut perlahan bersama waktu


Mengapa dulu kita berjumpa

Hanya untuk bertemu sunyi

Lalu hilang diterpa angin

Seakan kisah kita tak pernah benar-benar terjadi


Apakah ini akhir cerita kita

Atau hanya jeda sebelum takdir menuliskan bab baru


Untuk merangkai kebahagiaan

Dan menulis kisah baru yang lebih indah dari kemarin.


Menanti untuk ditata dengan kisah

Disusun dengan indah

Selamat tinggal

Biarlah kenangan kita menjadi bagian dari masa lalu



Song Credits


Producer : Larasrasa Music

Lyrics : T.Fany.R

Arrangements : Earwind

Video : T.Fany.R

Production House : CSE

Wednesday, August 4, 2021

Yang Harusnya Kau Buang

Dia yang tidak pantas kau kenang

Yang harusnya kau buang

Tapi kenapa selalu terngiang

Membuat aku tersesat mencari jalan pulang


Lepas yang bukan untukmu

Selesaikan masalah masa lalu

Atau kau akan kehilangan aku

Yang telah hilang peduli terhadapmu


Berat untuk memulai kata

Dua yang membuat luka


Butuh waktu bertahun untuk membangun kepercayaan

Dan hanya sedetik saja untuk menghancurkannya

Melepaskan untuk mulai menemukan


Harusnya kau lepas ikatannya

Dan memakai pasung setia ini


Namun, sekarang bukan waktunya melupakan, melainkan memaafkan

Bukan saatnya mendengarkan, tapi pengertian

Bukan yang dilihat, melainkan yang dirasakan

Bukan melepaskan, tapi bagaimana mempertahankan

Monday, August 2, 2021

Berdua di hari Rabu

Berdua di Hari Rabu - T.Fany.R - Larasrasa Music


Semua berawal dari sepenggal lirik

Menjadi cerita yang bergulir cantik

Dari sekadar teman bertukar sapa

Kini jadi rindu yang tak terduga


Memang kisah tak selalu terdengar merdu

Terkadang sumbang terkadang jadi sendu

Namun satu hal yang kini aku tahu


Bagiku kamu adalah candu

Berdua kita di hari Rabu

Kau senyum yang ubah gelap jadi cerah

Kau melodi di setiap lagu yang kurangkai indah

Semua alunan ini tentangmu


Meski tak selalu kumiliki yang terbaik

Kucoba beri yang terindah di tiap detik

Dari manisnya rasa yang pernah tercipta

Meski harus berujung pada tetes air mata


Memang kisah tak selalu terdengar merdu

Terkadang sumbang terkadang jadi sendu

Namun satu hal yang kini aku tahu


Bagiku kamu adalah candu

Berdua kita di hari Rabu

Kau senyum yang ubah gelap jadi cerah

Kau melodi di setiap lagu yang kurangkai indah

Semua alunan ini tentangmu


Biar waktu yang simpan semua kenangan

Saat bibir dan air mata bersinggungan

Hadirmu adalah pelajaran paling berharga

Yang akan selalu kusimpan di dalam dada


Berdua di hari Rabu

Hanya kamu melodi laguku

Semua tentangmu

Berdua di hari Rabu



Song Credits


Producer : Larasrasa Music

Lyrics : T.Fany.R

Arrangements : Earwind

Video : T.Fany.R

Production House : CSE

Tuesday, November 5, 2013

Mengapa Wanita Menangis

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya pada ibunya.
"Ibu, mengapa Ibu menangis?".

Ibunya menjawab, "Sebab, aku wanita."
"Aku tak mengerti," kata si anak lagi.

Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. "Nak, kamu memang tak akan mengerti...."

Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapa Ibu menangis? sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?"

Sang ayah menjawab, "Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan."
Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.

Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya,mengapa wanita menangis.

Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan,
"Tuhan,mengapa wanita mudah sekali menangis?
Dalam mimpinya, Tuhan menjawab,
"Saat Kuciptakan wanita, aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya,walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur. Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau, seringkali pula, ia kerap berulangkali menerima cerca dari anaknya itu....

Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa.

Wanita, kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya, walau letih,walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.. Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang ,untuk mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun.

Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya.

Perasaan inilah pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.

Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa sulit, dan menjadi pelindung baginya. Sebab, bukankah tulang rusuk-lah yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak?

Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan bahwa, suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya.

Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi.

Dan, akhirnya, kuberikan ia airmata agar dapat mencurahkan perasaannya.
Inilah yang khusus kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpunia inginkan.

Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, airmata ini adalah airmata kehidupan."

Monday, September 30, 2013

Cinta ini Masih Tersimpan

Mengapa dulu kamu mengidolakan dia
Namun kadang kau juga memberi isyarat cinta
Membuat hatiku terombang-ambing rasa
Hingga aku ragu menyatakan sayang padamu

Sekarang semuanya terasa sudah terlambat
Benih cinta ini belum sempat berkembang
Waktu keburu memisahkan langkah kita
Namun rasa ini masih diam tersimpan

Entah menunggu waktu untuk disiram
Atau malah dimakan waktu dan terbenam

Andai dulu kuucapkan semua rasa
Mungkin cerita kita takkan berbeda
Kini hanya rindu yang tersisa
Di antara kata yang tak pernah terucap

Wednesday, August 28, 2013

Akan Tetap Diam

Berat untuk memulai kata
Dikarenakan dua yang membuat terluka
Saat ku hijau kau pergi meninggalkanku
Saat aku tukar cincin kau tak memenuhi pintaku

Aku masih ingat semua
Janji yang dulu kau ucapkan
Namun waktu menghapus jejakmu
Di halaman cerita kita

Banyak yang ingin kusampaikan
Namun hatiku memilih menahan

Aku tetap diam meski hati berteriak
Menyimpan luka yang tak sempat kuungkap
Jika memang kita bukan takdir yang sama
Biarlah waktu yang menjawab semuanya

Kini aku belajar mengerti
Bahwa tidak semua cinta harus dimiliki
Dan dalam sunyi yang kupilih
Aku tetap diam… menjaga hati ini

Thursday, July 18, 2013

Aku Milikmu II


Perlahan tapi pasti ku yakin
Ada saat untuk kita berdua
Melepaskan rindu lama yang sempat tertunda
Buka kembali nostalgia kita


Meski kita tak bercinta lagi
Namun rasa itu terus di hati
Berulang kali ku tepis tapi selalu saja hadir
Bayanganmu hantui tidurku

Malam ini aku milikmu
Dan tak ada satu pun yang perlu tahu
Tidak juga waktu yang sering memburu
Aku milikmu, aku milikmu

Malam ini aku milikmu
Dan tak ada satu pun yang perlu tahu
Tidak juga waktu yang sering memburu
Aku milikmu, hingga saat pulang tertidur

Berulang kali ku coba untuk melupakan kamu
Aku mau semalam denganmu

Malam ini aku milikmu
Dan tak ada satu pun yang perlu tahu
Tidak juga waktu yang sering memburu
Aku milikmu, aku milikmu

Malam ini aku milikmu
Dan tak ada satu pun yang perlu tahu
Tidak juga waktu yang sering memburu
Aku milikmu, hingga saat pulang tertidur, tertidur, tertidur

Saturday, June 8, 2013

Puisi Rangga

Kulari ke hutan kemudian teriakku
Kulari ke pantai kemudian menyanyiku

Sepi.. sepi.. dan sendiri aku benci
Aku mau bingar.. aku mau di pasar
Bosan aku dengan penat
Dan enyah saja kau pekat

Seperti berjelaga jika kusendiri
Pecahkan saja gelasnya biar ramai...
Biar mengaduh sampai gaduh..

Ada malaikat menyulam
Jarring laba laba belang di tembok
Keraton putih
Kenapa tak goyangkan saja..
Loncengnya..
Biar terdera

Atau aku harus lari ke pantai
Belok ke hutan

Saturday, February 2, 2013

Benih Cinta dalam Persahabatan


Persahabatan merupakan bentuk hubungan yang indah antara manusia.

Kita bisa dengan mudah mendapatkan 1000 teman, namun akan sangat susah sekali kita memiliki 1 sahabat. Jadi jika kamu mempunyai sahabat, jagalah dan pupuk erat persahabatan kalian, jangan sampai retak. 

Bagaimana jika kalian mempunyai sahabat beda jenis kelamin. Dan kalian ingin persahabatn menjadi kekal meski nantinya kalian masing-masing akan mempunyai kekasih?

Seringkali cinta cuma dijadikan kambing hitam sebagai perusak sebuah persahabatan. 

Hal ini dikarenakan komunikasi 2 arah yang gagal diantara kalian, hingga akhirnya berpisah dan menyesal. Kalian akan merindukan masa-masa indahnya persahabatan, maka segeralah berdoa dan sampaikan salam kepada dia.

Wednesday, September 12, 2012

Familia Loqui Phobia

Bukan karena seseorang yang sangat pemalu sehingga kesulitan bicara kemudian tidak dapat mencintai orang lain dan kesulitan bicara I Love You.

Bukan karena seseorang yang pendiam sehingga susah memulai pembicaraan dan dianggap sombong dan tidak mau hidup rukun.

Mungkin jika ada aku namakan ini adalah Familia Loqui Phobia, yaitu rasa ketakutan bicara dengan orang dekat atau keluarga. Sayang penyakit atau kelainan ini tidak ada atau setidaknya masih belum ada ahli yang mempelajarinya.