Ternyata meluluhkan hatimu tidak seindah bayanganku
Monday, March 9, 2026
Tidak Perlu Dipapah
Aku tidak gentar tenggelam dalamnya lautan
Tapi aku takut terbenam dalam sakitnya hati ini
Lalu bersemanyam sunyi
Aku tidak perlu dipapah sepi
Masih bisa berdiri sendiri
Dengan kakiku ini
Dia Yang
Dia yang cantik
Dengan sepasang mata lentik
Dan suara manja gelatik
Dia yang pernah ada di hati
Yang mampu membangkitkan memori
Tapi kini telah hilang dan pergi
Dia yang pernah memberi duka
Mengajari perihnya luka
Berjalin nikmat pedihnya suka
Dia yang datang di sore itu
Pergi saat senja lalu
Menghilang dan membeku
Aku Tidak Mau
Verse 1
Malam datang tanpa janji
Sunyi duduk di sebelahku lagi
Bayanganmu lewat pelan
Seperti lagu yang tak ingin usai
Kucoba menutup ingatan
Tapi namamu selalu pulang
Chorus
Aku tidak mau rindu
Karena seperti melempar dadu
Memilih antara sedih, pedih, atau sendu
Dan entah mana yang jatuh untukku
Verse 2
Kota ini tetap sama
Lampu-lampu masih menyala
Namun ada yang hilang
Sejak langkahmu tak lagi pulang
Kupikir waktu bisa membantu
Ternyata ia hanya menunggu
Chorus
Aku tidak mau rindu
Karena seperti melempar dadu
Memilih antara sedih, pedih, atau sendu
Dan entah mana yang jatuh untukku
Bridge
Jika rindu adalah permainan
Aku selalu kalah pelan-pelan
Tak ada angka yang membawa bahagia
Hanya kenangan yang terus menyala
Outro
Aku tidak mau rindu
Tapi hatiku keras kepala
Ia tetap memanggil namamu
Meski tahu akhirnya… luka.
Wisata Masa Lalu
Verse 1
Langkahku berhenti di sudut kota lama
Tempat cerita kita pernah bernyawa
Aroma hujan dan kopi di udara
Membawa pulang kenangan yang lama
Tak kusangka kau ada di sana
Senyum yang dulu tak pernah berbeda
Seolah waktu hanya berpura-pura
Memisahkan kita sementara
Pre-Chorus
Kita saling diam, tapi mata bicara
Tentang cerita yang belum selesai
Chorus
Ini seperti wisata masa lalu
Menjelajah hati yang pernah satu
Semua kenangan hidup kembali
Saat kau berdiri di depanku lagi
Wisata masa lalu yang tak terduga
Membuka luka, juga bahagia
Dan di antara semua cerita
Cinta lama bersemi kembali juga
Verse 2
Kita tertawa seperti dulu
Mengulang cerita yang pernah beku
Seperti dua orang asing
Yang diam-diam saling merindu
Ada yang dulu tak sempat selesai
Ada kata yang tertahan lama
Kini waktu memberi ruang
Untuk mengulang kisah yang sama
Pre-Chorus
Mungkin dulu kita belum siap
Atau semesta hanya menunda
Chorus
Ini seperti wisata masa lalu
Menjelajah hati yang pernah satu
Semua kenangan hidup kembali
Saat kau berdiri di depanku lagi
Wisata masa lalu yang tak terduga
Membuka luka, juga bahagia
Dan di antara semua cerita
Cinta lama bersemi kembali juga
Bridge
Jika dulu kita tersesat
Mungkin kini kita menemukan jalan
Bukan sekadar kenangan lewat
Tapi kesempatan yang datang perlahan
Outro
Wisata masa lalu tak lagi sendu
Kini kita menulis cerita baru
Dari dua hati yang pernah ragu
Menjadi cinta… yang kembali bertemu.
Menggelisa
Verse 1
Malam turun tanpa suara
Lampu kota redup di jendela
Aku duduk dengan pikiran yang sama
Pertanyaan lama yang tak pernah reda
Langkah-langkah yang kutempuh
Seakan berputar di tempat yang itu
Semua jalan terlihat terbuka
Namun tak satu pun terasa milikku
Pre-Chorus
Ada yang berisik di dalam kepala
Suara yang tak mau diam
Chorus
Menggelisa… hati ini menggelisa
Di antara mimpi dan kenyataan yang berbeda
Menggelisa… jiwa ini menggelisa
Mencari arti dari hidup yang terasa
Seperti berjalan… tanpa peta
Verse 2
Orang-orang tampak tahu arah
Tertawa ringan tanpa resah
Sementara aku terus bertanya
Apakah hidup memang begini saja
Waktu berjalan tak menunggu
Hari berganti tanpa restu
Aku mencoba berdamai dengan ragu
Namun gelisah selalu kembali mengetuk
Pre-Chorus
Ada yang berisik di dalam dada
Sunyi yang tak pernah reda
Chorus
Menggelisa… hati ini menggelisa
Di antara mimpi dan kenyataan yang berbeda
Menggelisa… jiwa ini menggelisa
Mencari arti dari hidup yang terasa
Seperti berjalan… tanpa peta
Bridge
Mungkin aku hanya tersesat sebentar
Di hutan pikiran yang terlalu lebar
Mungkin esok cahaya datang
Menunjukkan jalan pulang
Outro Chorus
Menggelisa… namun aku masih ada
Masih bernapas di antara tanda tanya
Menggelisa… tapi aku percaya
Di balik gelisah yang menyiksa
Ada arah… yang sedang menunggu