Saturday, April 7, 2012
Cinta Kasih Gaya Dewa-Dewi
Teman-teman tentunya sudah banyak yang tahu kalau hari valentin
adalah hari paling romantis bagi cewek-cowok terutama yang
sedang jatuh cinta, Hari Valentine.
Memang sebenarnya budaya ini bukan budaya yang
berasal dari dari budaya kita, Indonesia, tapi…
"Kasih sayang" bukan milik satu bangsa tertentu saja…
Dalam memasuki suatu era global, dapat saja kita
mempelajari budaya dari negeri lain, asalkan yang baik tentunya….
Nah pasti sudah banyak deh………
mimpi-mimpi, rencana-rencana, harapan-harapan…
cowok-cowok sudah pada berencana atau bahkan berunding
dengan sesama cowok tentunya …
mau diberi apa ceweknya…..
bagaimana cara paling romantis untuk menunjukkan cintanya….
Sedang, cewek-cewek….harap-harap cemas…
Apa yang akan diterima ……
Siapa VALENTINE ku ………
Kejutan apa yang ku terima di hari valentine?
Nah kalau cinta kasih begitu punya kekuatan di jaman sekarang….
Coba kita lihat kisah cinta kasih gaya dewa-dewi….
Alkisah…..
Dalam sebuah kerajaan, seorang raja punya tiga putri yang cantik-cantik….
Tetapi…. Putri yang ketiga , putri Psyche sangatlah cantik, melebihi kedua
kakaknya……
Semua orang mengagumi kecantikannya……….
Raja dan pangeran datang dari jauh untuk melihat kecantikan Psyche….
Dewi cinta, Venus yang terkenal akan kecantikan pun dilupakan orang,
Kuil-kuil Dewi Venus pun dibiarkan terbengkalai…..
Dewi Venus menjadi marah dan cemburu….
Seperti biasa , Dewi Venus meminta pertolongan anaknya Dewa Cupido..
"Anakku yang cakap, tolong tancapkan anak panah saktimu ke hati Psyche,
buat dia jatuh cinta pada seorang yang paling jelek di dunia."
Dewa Cupido mengiakan permintaan ibunya, tetapi Dewi Venus tidak sadar,
bahwa dewa cinta yang sangat tampan ini, justru jatuh cinta pada Putri
Psyche yang sangat cantik Panahnya yang sakti jutru menembus hatinya
sendiri.
Psyche tidak jatuh cinta , dan tak ada seorangpun yang jatuh cinta
padanya. Mereka hanya mengagumi kecantikannya , lalu menikah dengan orang
lain. Tinggallah Psyche kesepian sendiri.
Ayah Psyche berangkat dan meminta nasihat Dewa Apollo. Dewa Apollo yang
telah diajak berkomplot oleh Dewa Cupido memberi nasihat agar Psyche
memakai pakaian berduka berangkat ke bukit. Disana akan ditemukan calon
suami yang berbentuk ular bersayap.
Dengan penuh kesedihan, Psyche berangkat ke bukit. Di atas bukit, Psyche
tertidur, dan di bawa terbang oleh angin Zephyr ke sebuah Padang. Psyche
terperangah melihat istana yang sangat indah dengan pilar-pilar besar,
seperti rumah dewa-dewa.
Ketika Psyche masih termangu, tiba-tiba terdengarlah suara: " masuklah,
mandi serta berganti pakaian, akan tersedia makan malam untuk putri. Di
meja tersedia makanan dan minuman yang terlezat. Setelah malam tiba, putri
pun merebahkan diri di tempat tidur, ketika dia merasakan kehadiran
"suaminya". Psyche tidak merasakan ketakutan sama sekali Hari demi hari,
mereka makin saling mencintai walau Psyche tak pernah melihat wajah
suaminya.
Pada suatu hari, Dewa Cupido berkata:" dua kakakmu akan datang, tetapi
hati-hati, bencana akan datang kalau kamu menemuinya"
Psyche yang rindu pada kedua kakaknya, menangis dan memohon untuk menemui
kakaknya. Dewa Cupido akhirnya meluluskan untuk menemui setelah meminta
Psyche berjanji untuk tidak bercerita apapun tentang suaminya.
Mereka bertemu dan saling bertangisan. Psyche membawa mereka ke istananya
dan…. timbullah rasa irihati dari kedua kakak melihat kekayaan Psyche .
Mereka pulang dan mulai menyusun rencana-rencana jahat…..
Keesokan harinya mereka datang pula. Psyche yang sekali lagi diingatkan
oleh suaminya untuk tidak menemuinya, tetap memohon untuk dapat menemui
kakak-kakaknya….
Malang Psyche terkena pancingan kedua kakaknya, "Pasti suamimu adalah ular
bersayap seperti dikatakan Dewa Apollo. Malam hari nanti, bawa lampu dan
pisau, ketika suamimu tidur, bunuhlah suamimu. Kalau tidak, pada suatu
hari suamimu akan memakanmu". Demikian yang diajarkan oleh kedua kakak.
Dengan penuh ketakutan dan cinta yang hilang, malam itu setelah suaminya
tidur, Psyche membawa lampu dan belati, dan… melihat wajah suaminya…
Ahhhh, Psyche menutup mulutnya… bukan wajah jelek yang terlihat, tapi
wajah yang sangat tampan, terlihat lelap …..
Psychepun menyesal, tangannya gemetar, dan tumpahlah minyak panas ke bahu
Dewa Cupido. Bangunlah suami Psyche dan tahu apa yang terjadi. Dengan
sedih Dewa Cupido berkata: "Karena cinta tak dapat mentolerir perasaan
tidak percaya, maka kita terpaksa harus bepisah."
Psyche dengan sedih bertekad akan mencari suaminya, sekalipun seandainya
cinta suami telah hilang, paling tidak dia akan menunjukkan cintanya.. Dia
mencari dan mencari, dan memohon pertolongan dewa-dewa., tapi siapa yang
berani melawan Dewi Venus………
Sementara Dewa Cupido kembali dan bercerita pada ibunya apa yang terjadi.
Semakin marah saja Dewi Venus. Lalu di kuncinya pintu kamar Dewa Cupido.
Setelah lama mencari, Psyche memutuskan untuk mencari Dewi Venus sendiri.
"siapa tahu Dewa Cupido ada bersama ibunya"
Dewa Venus, yang makin marah pada Psyche, memberi cobaan demi cobaan.
"Kalau dia mengalami sengsara, lama-kelamaan, kecantikannya tentu akan
hilang"
Percobaan yang pertama diberikan adalah menyuruh Psyche dalam waktu
semalam memilah-milah pelbagai bijian yang ditumpahkan ke tanah. Untung
ada semut baik hati yang memangggil ribuan teman-teman untuk membantu
memilah-milah.
Percobaan kedua datang dengan perintah untuk mengambil bulu domba yang
berkilauan. Kali ini sebatang ilalang hijau memberi jalan , sehingga
Psyche dapat mengambil bulu domba tanpa harus menghadapi domba galak.
Percobaan ketiga lebih sulit lagi. Psyche harus mengisi penuh botol termos
dengan air hitam dari air terjun "kebencian", yang berada di seberang
tebing curam. Seekor elang tak mau ketinggalan dalam menolong Psyche.
Akhirnya Dewi Venus yang kewalahan dan merasa kecantikan Psyche tidak
berkurang, memerintahkan Psyche untuk meminta sekotak kecantikan pada
Proserpine di dunia bawah tanah. Dengan senang hati Proserpine memenuhi
permintaan Dewi Venus.
Tetapi….. Pscyche tergoda untuk mengintip kotak tersebut, dengan harapan
kalau dia makin cantik, Dewa Cupido akan makin mencintainya. Ketika kotak
terbuka, dia tak melihat apa-apa, sebaliknya asap yang keluar membuat dia
jatuh tertidur..
Dewa Cupido yang telah sembuh dari lukanya, dapat meloloskan diri dari
kamarnya melalui jendela, lalu mencari Psyche.
Dia temukan Psyche yang lagi tertidur dan membangunkan sang istri serta
menyuruh segera membawa Kotak kecantikan tersebut kepada ibunya, sedang
dia sendiri terbang langsung ke Dewa Yupiter, raja dari dewa-dewa. Dia
memohon agar Dewa Yupiter dapat merestui perkawinannya dengan Psyche. Dewa
Yupiter setuju, malah menganugerahi status dewi pada Psyche, serta
mengumumkan perkawinan mereka secara resmi.
Kali ini Dewi Venus tak dapat berbuat apa-apa lagi, "dia akan disibukkan
dengan suami dan anak-anaknya, sehingga tak ada orang bumi yang akan
memujanya" .
Maka hiduplah sepasang kekasih tersebut dengan penuh kebahagiaan di
kahyangan.
Cinta akhinya dapat mengalahkan segalanya…
Cinta akhirnya dapat mengatasi segala halangan …
Adakah kalian punya kisah cinta yang ingin dibagikan?
indexpuisi_cintalagu_cintakisah_cinta
mailingistsejarahinfo_cintaProfil_pendiri
curhatkirim_artikelcari_kenalanIsi Buku Tamu
kritiksaran@cintakasih.itgo.comlink bagus jurusan saya Lihat Buku Tamu
Saturday, March 10, 2012
Cinta Tak Harus Memiliki
Bila anda jatuh cinta pada seseorang, jangan siksa diri anda dengan menganggap bahwa cinta anda ditolak. Cinta itu tak pernah tertolak. Karena, setiap orang senang bahkan butuh dicintai. Wujudkan cinta anda dengan memberikan sesuatu, bukan mengharap-harap akan sesuatu. Sebab, apa yang dilontarkan karena cinta selalu kembali pada hati anda di saat itu juga. Kebahagiaan dari memberi jauh lebih paripurna ketimbang kebahagiaan karena menerima.
Namun, lain halnya bila anda ingin memiliki sesuatu yang anda cintai. Keinginan itulah yang menimbulkan pedih yang mengiris- iris. Jangan menambah siksa anda dengan menginginkan sesuatu. Jangan sia-siakan cinta anda dengan beban-beban harapan. Keinginan untuk memiliki mungkin saja tertolak. Namun, percayalah cinta anda yang sesungguhnya takkan pernah kembali dengan tangan kosong.
Tuesday, February 14, 2012
Masa Pacaran Seumur Hidup
Saat kelas 5 pernah membawa pulang suatu resep pernikahan bahagia sebagai berikut :
Ambil secangkir cinta, 2 cangkir kesetiaan, 3 cangkir pengampunan, 4 liter iman, 150 l tawa, masing-masing 5 gram kelembutan, kebaikan dan pengertian, serta persahabatan dan harapan secukupnya.
Cara membuatnya : ambilah cinta dan kesetiaan dan aduklah secara merata dengan
iman; campurkan dengan kelembutan, kebaikan, dan pengertian. Tambahkan
persahabatan dan harapan. Taburkan banyak tawa. Pangganglah dengan sinar
matahari, lalu bungkus secara teratur dengan banyak pelukan. Sajikan bersama
dengan pertolongan-pertolongan yang murah hati setiap hari.
Dari resep di atas, nampak jelas bahwa resep pernikahan bahagia diawali dengan inisiatif untuk melakukan tindakan aktif.
Berikut beberapa langkah tindakan tersebut :
Manjakan satu sama lain. Cari hal-hal yang memudahkan pasangan Anda dan jadikan kehidupan serta pernikahan Anda lebih bahagia. Mungkin sepertinya yang dilakukan bukan
suatu hal yang ‘besar’, tapi dapat membuat banyak perbedaan.Ungkapkan
penghargaan.
Bila pasangan Anda melakukan apapun yang sedikit mempermudah
perjalanan hidup Anda, ucapkan ‘terima kasih’ yang tulus, karena hal ini
penting. Kalau Anda mengharapkan pasangan Anda melakukan sesuatu karena itu
adalah ‘kewajiban’ atau ‘hal yang lumrah/wajar untuk dilakukan’, besar
kemungkinannya bahwa hal itu akan dilakukan dengan enggan, kurang baik, atau
malah tidak dilakukan sama sekali.
Jika Anda mengungkapkan penghargaan, hasilnya
akan jauh lebih baik.Ketahui saat harus meminta maaf. Banyak sekali suami dan
istri bertindak sangat kurang dewasa (kalau tidak mau disebut dengan
‘kekanak-kanakan’) saat mereka menghadapi rintangan dalam hubungan (konflik),
dan ‘keangkuhan’ dan ‘keras kepala’ menjadi penghalang yang serius dalam
kedamaian dan kelanggengan hubungan mereka.
Saat terjadi konflik (siapapun yang memulai lebih dulu), maka bila ada yang memulai tindakan maaf lebih dulu tidak saja akan mempertahankan pernikahan, tetapi juga akan mengembangkan pernikahan dalam suasana cinta dan pengertian.Sediakan waktu keluar. Waktu bagi satu sama lain adalah hal yang penting, di manapun Anda melewatkannya.
Aturlah secara teratur waktu untuk berjalan-jalan bersama. Jalan-jalan santai akan membuka peluang bagi percakapan yang bijaksana, dan mebawa dampak besar bagi pernikahan Anda. Yakinkan pasangan Anda bahwa ia adalah penting bagi Anda, khususnya bila Anda saling menatap mata saat berbicara.
Kembangkan rasa humor. Dalam dunia yang serba sibuk, penuh tekanan, salah satu cara yang paling efektif untuk mempertahankan romansa hidup dan hubungan tetap terbuka, penuh kasih, dan perhatian adalah rasa humor.
Ketahuilah bahwa setiap pemberian akan sangat berarti. Sekalipun bukan ulang tahun, atau tidak ada peristiwa khusus untuk dirayakan, hadiah-hadiah kecil sangatlah berarti, bahkan sekalipun pemberian itu kurang disukai. Jangan terpaku pada benda yang diberikan, tapi hargailah usaha pemberiannya, yang merupakan perwujudan dari kasih yang tulus.
Sekalipun benda yang diberikan itu kurang disukai, sesekali (terutama saat sedang berdua)
kenakanlah, untuk menyatakan bahwa Anda menghargai pemberian pasangan Anda. Dari
waktu ke waktu, pemberian ‘sederhana’ seperti kartu ucapan, surat cinta yang
ditulis tangan, menunjukkan pengabdian pasangan Anda. Harganya memang ‘murah’,
tapi nilainya luar biasa …
Kalau kita perhatikan, memang sepertinya membutuhkan
banyak waktu, kreativitas, tenaga dan biaya untuk mempertahankan pernikahan.
Tapi jelas lebih ‘murah’ daripada harus memperbaiki pernikahan yang retak.
Ambil secangkir cinta, 2 cangkir kesetiaan, 3 cangkir pengampunan, 4 liter iman, 150 l tawa, masing-masing 5 gram kelembutan, kebaikan dan pengertian, serta persahabatan dan harapan secukupnya.
Cara membuatnya : ambilah cinta dan kesetiaan dan aduklah secara merata dengan
iman; campurkan dengan kelembutan, kebaikan, dan pengertian. Tambahkan
persahabatan dan harapan. Taburkan banyak tawa. Pangganglah dengan sinar
matahari, lalu bungkus secara teratur dengan banyak pelukan. Sajikan bersama
dengan pertolongan-pertolongan yang murah hati setiap hari.
Dari resep di atas, nampak jelas bahwa resep pernikahan bahagia diawali dengan inisiatif untuk melakukan tindakan aktif.
Berikut beberapa langkah tindakan tersebut :
Manjakan satu sama lain. Cari hal-hal yang memudahkan pasangan Anda dan jadikan kehidupan serta pernikahan Anda lebih bahagia. Mungkin sepertinya yang dilakukan bukan
suatu hal yang ‘besar’, tapi dapat membuat banyak perbedaan.Ungkapkan
penghargaan.
Bila pasangan Anda melakukan apapun yang sedikit mempermudah
perjalanan hidup Anda, ucapkan ‘terima kasih’ yang tulus, karena hal ini
penting. Kalau Anda mengharapkan pasangan Anda melakukan sesuatu karena itu
adalah ‘kewajiban’ atau ‘hal yang lumrah/wajar untuk dilakukan’, besar
kemungkinannya bahwa hal itu akan dilakukan dengan enggan, kurang baik, atau
malah tidak dilakukan sama sekali.
Jika Anda mengungkapkan penghargaan, hasilnya
akan jauh lebih baik.Ketahui saat harus meminta maaf. Banyak sekali suami dan
istri bertindak sangat kurang dewasa (kalau tidak mau disebut dengan
‘kekanak-kanakan’) saat mereka menghadapi rintangan dalam hubungan (konflik),
dan ‘keangkuhan’ dan ‘keras kepala’ menjadi penghalang yang serius dalam
kedamaian dan kelanggengan hubungan mereka.
Saat terjadi konflik (siapapun yang memulai lebih dulu), maka bila ada yang memulai tindakan maaf lebih dulu tidak saja akan mempertahankan pernikahan, tetapi juga akan mengembangkan pernikahan dalam suasana cinta dan pengertian.Sediakan waktu keluar. Waktu bagi satu sama lain adalah hal yang penting, di manapun Anda melewatkannya.
Aturlah secara teratur waktu untuk berjalan-jalan bersama. Jalan-jalan santai akan membuka peluang bagi percakapan yang bijaksana, dan mebawa dampak besar bagi pernikahan Anda. Yakinkan pasangan Anda bahwa ia adalah penting bagi Anda, khususnya bila Anda saling menatap mata saat berbicara.
Kembangkan rasa humor. Dalam dunia yang serba sibuk, penuh tekanan, salah satu cara yang paling efektif untuk mempertahankan romansa hidup dan hubungan tetap terbuka, penuh kasih, dan perhatian adalah rasa humor.
Ketahuilah bahwa setiap pemberian akan sangat berarti. Sekalipun bukan ulang tahun, atau tidak ada peristiwa khusus untuk dirayakan, hadiah-hadiah kecil sangatlah berarti, bahkan sekalipun pemberian itu kurang disukai. Jangan terpaku pada benda yang diberikan, tapi hargailah usaha pemberiannya, yang merupakan perwujudan dari kasih yang tulus.
Sekalipun benda yang diberikan itu kurang disukai, sesekali (terutama saat sedang berdua)
kenakanlah, untuk menyatakan bahwa Anda menghargai pemberian pasangan Anda. Dari
waktu ke waktu, pemberian ‘sederhana’ seperti kartu ucapan, surat cinta yang
ditulis tangan, menunjukkan pengabdian pasangan Anda. Harganya memang ‘murah’,
tapi nilainya luar biasa …
Kalau kita perhatikan, memang sepertinya membutuhkan
banyak waktu, kreativitas, tenaga dan biaya untuk mempertahankan pernikahan.
Tapi jelas lebih ‘murah’ daripada harus memperbaiki pernikahan yang retak.
Saturday, January 28, 2012
Kisah Cinta Sejati
Ini adalah kisah cinta ayahku, Mohammed Huda alhabsyi dan ibuku, Yasmine Ghauri.
Mereka bertemu di sebuah acara resepsi pernikahan dan kata ayahku ia jatuh cinta pada
pandangan pertama ketika ibuku masuk ke dalam ruangan dan saat itu ia tahu, inilah
wanita yang akan menikah dengannya. Itu menjadi kenyataan dan kini mereka telah
menikah selama 40 tahun dan memiliki tiga orang anak, aku anak tertua, telah menikah
dan memberikan mereka dua orang cucu.
Mereka bahagia dan selama bertahun-tahun telah menjadi orang tua yang sangat baik bagi
kami, mereka membimbing kami, anak-anaknya dengan penuh cinta kasih dan kebijaksanaan.
Aku teringat suatu hari ketika aku masih berusia belasan tahun. Saat itu beberapa
ibu-ibu tetangga kami mengajak ibuku pergi ke pembukaan pasar murah yang mengobral
alat-alat kebutuhan rumah tangga. Mereka mengatakan saat pembukaan adalah saat terbaik
untuk berbelanja barang obral karena saat itu saat termurah dengan kualitas
barang-barang terbaik.
Tapi ibuku menolaknya karena ayahku sebentar lagi pulang dari kantor. Kata ibuku,"Mama
tak akan pernah meninggalkan papa sendirian".
Hal itu yang selalu dicamkan oleh ibuku kepadaku. Apapun yang terjadi, sebagai seorang
wanita aku harus patuh pada suamiku dan selalu menemaninya dalam keadaan apapun, baik
miskin, kaya, sehat maupun sakit. Seorang wanita harus bisa menjadi teman hidup
suaminya. Banyak orang tertawa mendengar hal itu menurut mereka, itu hanya janji
pernikahan, omong kosong belaka. Tapi aku tak pernah memperdulikan mereka, aku percaya
nasihat ibuku.
Sampai suatu hari, bertahun-tahun kemudian, kami mengalami duka, setelah ulang tahun
ibuku yang ke-59, ibuku terjatuh di kamar mandi dan menjadi lumpuh. Dokter mengatakan
kalau saraf tulang belakang ibuku tidak berfungsi lagi, dan dia harus menghabiskan
sisa hidupnya di tempat tidur.
Ayahku, seorang pria yang masih sehat di usianya yang lebih tua, tapi ia tetap merawat
ibuku, menyuapinya, bercerita banyak hal padanya, mengatakan padanya kalau ia
mencintainya. Ayahku tak pernah meninggalkannya, selama bertahun-tahun, hampir setiap
hari ayahku selalu menemaninya, ia masih suka bercanda-canda dengan ibuku. Ayahku
pernah mencatkan kuku tangan ibuku, dan ketika ibuku bertanya ,"untuk apa kau lakukan
itu? Aku sudah sangat tua dan jelek sekali". Ayahku menjawab, "aku ingin kau tetap
merasa cantik".
Begitulah pekerjaan ayahku sehari-hari, ia merawat ibuku dengan penuh kelembutan dan
kasih sayang, para kenalan yang mengenalnya sangat hormat dengannya. Mereka sangat
kagum dengan kasih sayang ayahku pada ibuku yang tak pernah pudar.
Suatu hari ibu berkata padaku sambil tersenyum,"...kau tahu, Linda. Ayahmu tak akan
pernah meninggalkan aku...kau tahu kenapa?" Aku menggeleng, dan ibuku melanjutkan,
"karena aku tak pernah meninggalkannya..."
Itulah kisah cinta ayahku, Mohammed Huda Alhabsyi dan ibuku, Yasmine Ghauri, mereka
memberikan kami anak-anaknya pelajaran tentang tanggung jawab, kesetiaan, rasa hormat,
saling menghargai, kebersamaan, dan cinta kasih. Bukan dengan kata-kata, tapi mereka
memberikan contoh dari kehidupannya.
Thursday, May 27, 2004
Cemburu
Salah satu sifat lelaki yang sholeh adalah pencemburu. Karena hal itu mengisyaratkan adanya
perasaan cinta. Islam memuji lelaki yang memiliki rasa cemburu dan mencela
orang yang tidak memilikinya.
Selain menganjurkan rasa cemburu, Islam juga memberikan
batas-batasnya. Yang mana bila batas-batas ini dilanggar, rusaklah kebahagian
rumah tangga. Suami yang sholeh harus mampu memahami hal ini, agar dapat
mewujudkan kehidupan Yang sakinah, mawadhah, dan rahmah. seperti dalam sabda
rasulullah saw dari Abu Hurairah :
" Allah itu pencemburu dan seorang mukmin juga pencemburu,
Kecemburuan Allah itu bila ada seorang hamba datang kepada-Nya dengan perbuatan
yang diharamkan-Nya. (HR. Bukhari). Dari
Ibnu Mas'ud ra. Berkata, sa'd bin Ubadah berkata, " Kalau ketahuan ada
seorang lelaki bersama istri saya, akan saya potong lehernya dengan pedang
sebagai sangsinya." Bersabda
rasulillah saw. : " Herankah kalian dengan cemburunya Sa'ad itu ?,
ketahuilah bahwa saya lebih cemburu dari padanya. Demi Allah saya cemburu
karena kecemburuan Allah terhadap perbuatan keji, baik secara terang-terangan
maupun sembunyi-sembunyi " (HR. Bukhari)
Memang haruslah demikian agar seorang mukmin mempunya sifat
dan berperangai ilahiyah dan nabawiyah ini. Adapun orang yang tidak mempunyai
rasa cemburu, dia tidak dapat menjaga kehormatan Istrinya/ Suaminya. Ia acuh
tak acuh Ketika mendapatkan istrinya bersolek dan memakai parfum ketika akan
pergi ketempat umum, memamerkan rambutnya, memperlihatkan tubuhnya/ auratnya,
dan berbicara dengan dibuat-buat agar menarik perhatian.
Perbuatan seperti itu adalah perbuatan tercela sebagai mana
dalam Sabda Rasulillah saw : " Tiga golongan yang tidak bakal masuk surga
: orang yang durhaka terhadap bapak ibunya, Duyuts ( Orang yang tidak mempunyai
rasa cemburu), dan perempuan yang menyerupai laki- laki." ( HR. Nasai dan
Hakim).
Wednesday, May 19, 2004
Cerita Cinta
Alkisah, di suatu pulau kecil tinggallah berbagai benda
abstrak ada CINTA, kesedihan, kegembiraan, kekayaan, kecantikan dan sebagainya.
Mereka hidup berdampingan dengan baik. Namun suatu ketika, datang badai
menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan
pulau itu.
Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan
diri. CINTA sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tidak
mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan.
Sementara itu air semakin naik membasahi kakinya.
Tak lama CINTA melihat kekayaan sedang mengayuh perahu,
“Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!,” teriak CINTA “Aduh! Maaf, CINTA!,” kata
kekayaan “Aku tak dapat membawamu serta nanti perahu ini tenggelam. Lagipula
tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini.” Lalu kekayaan cepat-cepat pergi
mengayuh perahunya. CINTA sedih sekali, namun kemudian dilihatnya kegembiraan
lewat dengan perahunya. “Kegembiraan! Tolong aku!,” teriak CINTA. Namun
kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak dapat
mendengar teriakan CINTA. Air semakin tinggi membasahi CINTA sampai ke pinggang
dan CINTA semakin panik.
Tak lama lewatlah kecantikan “Kecantikan! Bawalah aku
bersamamu!,” teriak CINTA “Wah, CINTA kamu basah dan kotor. Aku tak bisa
membawamu pergi. Nanti kau mengotori perahuku yang indah ini,” sahut
kecantikan. CINTA sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak.
Saat itulah lewat kesedihan “Oh kesedihan, bawlah aku bersamamu!,” kata CINTA.
“Maaf CINTA. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja..,” kata kesedihan
sambil terus mengayuh perahunya. CINTA putus asa.
Ia merasakan air
makin naik dan akan menenggelamkannya. Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar
suara “CINTA! Mari cepat naik ke perahuku!” CINTA menoleh ke arah suara itu dan
cepat-cepat naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya. Di pulau
terdekat, CINTA turun dan perahu itu langsung pergi lagi. Pada saat itu barulah
CINTA sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa yang menolongnya. CINTA
segera bertanya pada penduduk pulau itu. “Yang tadi adalah WAKTU,” kata
penduduk itu “Tapi, mengapa ia menyelamatkan aku? Aku tidak mengenalinya.
Bahkan teman-temanku yang mengenalku pun enggan menolong” tanya CINTA heran
“Sebab……HANYA WAKTULAH YANG TAHU BERAPA NILAI SESUNGGUHNYA DARI CINTA ITU”
Cinta Versi Plato
Cinta dan Perkawinan Menurut Plato
Satu hari, Plato bertanya pada gurunya, "Apa itu cinta? Bagaimana saya menemukannya?
Gurunya menjawab, "Ada ladang gandum yang luas didepan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta" .
Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.
Gurunya bertanya, "Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?"
Plato menjawab, "Aku hanya boleh membawa satu saja, dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik)" Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil
ranting tersebut. Saat ku melanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwasanya ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya"
Gurunya kemudian menjawab " Jadi ya itulah cinta"
Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya, "Apa itu perkawinan? Bagaimana saya bisa menemukannya?"
Gurunya pun menjawab "Ada hutan yang subur didepan saja. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan"
Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar/ subur, dan tidak juga terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja.
Gurunya bertanya, "Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?" Plato pun menjawab, "sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya"
Gurunyapun kemudian menjawab, "Dan ya itulah perkawinan"
CATATAN - KECIL :
Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak ditemukan. Cinta adanya di dalam lubuk hati, ketika dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih.
Ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta, maka yang didapat adalah kehampaan... tiada sesuatupun yang didapat, dan tidak dapat dimundurkan kembali. Waktu dan masa tidak dapat diputar mundur. Terimalah cinta apa adanya.
Perkawinan adalah kelanjutan dari Cinta. Adalah proses mendapatkan kesempatan, ketika kamu mencari yang terbaik diantara pilihan yang ada, maka akan mengurangi kesempatan untuk mendapatkannya, Ketika kesempurnaan ingin kau dapatkan, maka sia2lah waktumu dalam mendapatkan perkawinan itu, karena, sebenarnya kesempurnaan itu hampa adanya
Subscribe to:
Comments (Atom)
