Monday, September 30, 2013

Cinta ini Masih Tersimpan

Mengapa dulu kamu mengidolakan dia
Namun kadang kau juga memberi isyarat cinta
Membuat hatiku terombang-ambing rasa
Hingga aku ragu menyatakan sayang padamu

Sekarang semuanya terasa sudah terlambat
Benih cinta ini belum sempat berkembang
Waktu keburu memisahkan langkah kita
Namun rasa ini masih diam tersimpan

Entah menunggu waktu untuk disiram
Atau malah dimakan waktu dan terbenam

Andai dulu kuucapkan semua rasa
Mungkin cerita kita takkan berbeda
Kini hanya rindu yang tersisa
Di antara kata yang tak pernah terucap

Wednesday, August 28, 2013

Deasy


Dirimu merajai anganku
Kemana kupergi terlintas bayanganmu
Sesaat kucoba untuk tenang
Semakin terasa aku tergila-gila

'Kan kukejar dan kukejar
Kemanapun rasa itu pergi
Takkan pernah kulepas

Chorus:
Deasy padamu kasih Kuserahkan cintaku
Deasy untukmu sayang Kuberikan hidupku
Deasy akupun slalu Ada disini untukmu

Kucumbu indah wangi tubuhmu
Didalam lembutnya sentuhan jemarimu
Nafasmu menyengat urat nadiku
Yang tersesat diharumnya rambutmu

'Kan kukejar dan kukejar
Kemanapun rasa itu pergi
Takkan pernah kulepas

Chorus

Eratkan peluk sayang ditubuhku
Rasakan manisnya setia ini Jalani hidup kita
Lintasi badai didepan Bersama diriku

Chorus

Bahagia 'kan datang menjelang
Sirami kita berdua
Nikmati cintaku slalu membara
Peluk aku, cium aku, cumbu aku,
Dipuncak gairahku...

Akan Tetap Diam

Berat untuk memulai kata
Dikarenakan dua yang membuat terluka
Saat ku hijau kau pergi meninggalkanku
Saat aku tukar cincin kau tak memenuhi pintaku

Aku masih ingat semua
Janji yang dulu kau ucapkan
Namun waktu menghapus jejakmu
Di halaman cerita kita

Banyak yang ingin kusampaikan
Namun hatiku memilih menahan

Aku tetap diam meski hati berteriak
Menyimpan luka yang tak sempat kuungkap
Jika memang kita bukan takdir yang sama
Biarlah waktu yang menjawab semuanya

Kini aku belajar mengerti
Bahwa tidak semua cinta harus dimiliki
Dan dalam sunyi yang kupilih
Aku tetap diam… menjaga hati ini

Thursday, July 18, 2013

Aku Milikmu II


Perlahan tapi pasti ku yakin
Ada saat untuk kita berdua
Melepaskan rindu lama yang sempat tertunda
Buka kembali nostalgia kita


Meski kita tak bercinta lagi
Namun rasa itu terus di hati
Berulang kali ku tepis tapi selalu saja hadir
Bayanganmu hantui tidurku

Malam ini aku milikmu
Dan tak ada satu pun yang perlu tahu
Tidak juga waktu yang sering memburu
Aku milikmu, aku milikmu

Malam ini aku milikmu
Dan tak ada satu pun yang perlu tahu
Tidak juga waktu yang sering memburu
Aku milikmu, hingga saat pulang tertidur

Berulang kali ku coba untuk melupakan kamu
Aku mau semalam denganmu

Malam ini aku milikmu
Dan tak ada satu pun yang perlu tahu
Tidak juga waktu yang sering memburu
Aku milikmu, aku milikmu

Malam ini aku milikmu
Dan tak ada satu pun yang perlu tahu
Tidak juga waktu yang sering memburu
Aku milikmu, hingga saat pulang tertidur, tertidur, tertidur

Saturday, June 8, 2013

Teori Tentang Cinta


Keinginan untuk memiliki pasangan untuk pendamping hidup seperti sudah menjadi insting kita sebagai makhluk hidup. Perjalanan mencari pasangan pun berliku-liku. Ada cerita cinta monyet yang kita alami sewaktu remaja, lika liku putus-nyambung, sampai akhirnya ke pelaminan. Namun seiring berjalannya waktu dengan pasangan,dengan naik-turunnya perasaan kita dengan pasangan, kadang terbersit pertanyaan, “Apa aku benar-benar cinta pasanganku?”.

Pertanyaan tersebut tentunya hanya bisa dijawab oleh kita sendiri, namun Robert Sternberg, seorang ilmuwan psikologi sosial, telah mencoba menelaah apa itu cinta dan membagi cinta menjadi beberapa kategori dan menamakan teorinya dengan “Triangular Theory of Love”.
Sternberg mengembangkan teori tentang cinta dengan menyebutkan bahwa cinta itu sendiri terdiri dari 3 hal, yaitu:
1. Intimasi – Hal-hal yang mencerminkan perasaan kedekatan, “nyambung”, dan perasaan terikat.
2. Passion/hasrat – hal-hal yang mencerminkan perasaan romantis, ketertarikan fisik, dan ketertarikan secara seksual
3. Komitmen – Hal-hal yang mencerminkan pilihan untuk tetap bersama dengan pasangan
Kemudian Sternberg mengembangkan teorinya dengan mengemukakan jenis-jenis cinta berdasarkan kombinasi dari 3 hal tersebut:
sternberg-love
1. Nonlove (tidak ada cinta)
Kondisi dimana kita tidak merasakan adanya cinta
2. Friendship (Menyukai untuk berteman)
Dalam jenis cinta yang ini, Sternberg mengemukakan bahwa hanya ada perasaan “intimasi” yang terlibat. Merasa “nyambung”, kedekatan dan kehangan bersama orang lain adalah motor utama seseorang dekat satu sama lain.
3. Infatuated love 
Pada infatuated love, disini tercermin bahwa perasaan yang dominan adalah hasrat / passion. Seringkali hubungan pacaran berawal dari jenis cinta yang ini. Meskipun begitu, selagi memiliki hubungan infatuated love ini, setiap pasangan harus mengembangkan perasaan intimasi atau komitmennya, atau hubungan cinta pasangan tersebut akan hilang dengan cepat.
4. Empty love
Jenis cinta ini dikarakteristikkan dengan komitmen tanpa adanya perasaan intimasi atau hasrat. Biasanya pasangan yang sudah menikah lama dapat merasakan hal ini. Hal yang mempertahankan hubungan mereka adalah pilihan mereka untuk tetap bersama karena berbagai macam alasan, yaitu: alasan ekonomi, alasan “takut sendiri”, atau alasan yang bersifat sosial, seperti “apa kata orang nanti”.
5. Romantic love
Pada romantic love, pasangan terikat secara emosial melalui intimasi dan hasrat mereka. Aspek komitmen tidak berperan di sini.
6. Companiate love
Companiate love adalah tipe cinta yang melibatkan perasaan intimasi dan komitmen, namun tidak melibatkan hasrat. Biasanya tipe cinta ini ditemukan pada pasangan yang sudah menikah dimana hasrat seksual sudah hilang, namun perasaan kedekatan yang dalam dan komitmen untuk bersama sudah sangat dalam.
7. Fatuous Love
Ini tipe cinta yang cukup unik, ditandai dengan komitmen yang terjadi karena termotivasi oleh hasrat seksual, tanpa melibatkan perasaan intimasi, atau kedekatan. Dalam hidup sehari-hari, sangat jarang ada pasangan yang mengakui bahwa hubungan mereka ‘dijaga’ oleh hasrat seksual belaka, namun menurut Sternberg hal tersebut mungkin terjadi. Hal itu diasumsikan karena hubungan percintaan merupakan hal yang sensitif dan bersifat ‘sakral’ untuk sebagian orang, maka jarang sekali ada orang yang mengakui bahwa hubungan pasangan mereka dilandasi oleh hasrat seksual belaka.
8. Consummate love
Cinta tipe ini adalah tipe cinta yang lengkap dan mencerminkan jenis cinta yang ideal antara pasangan karena melibatkan ketiga aspek dari cinta, yaitu intimasi, hasrat, dan komitmen. Pasangan dapat merasakan kedekatan dan hasrat yang mendalam, sehingga mendasari mereka untuk memiliki komitmen bersama.
Untuk lebih jelasnya, berikut tabel jenis cinta dan aspek-aspek yang terlibat:
sternberg-tabel
Perjalanan Cinta
Dari berbagai jenis-jenis cinta yang telah dikemukakan di atas oleh Sternberg, kita pasti pernah merasakan lebih dari satu jenis hubungan cinta dengan pasangan seiring berjalannya waktu yang dilalui dengan pasangan. Berikut adalah ilustrasi yang diberikan untuk lebih jelasnya:
timeline-cinta
I. Infatuation Love
Kata-kata yang paling tepat untuk menggambarkan tahap ini adalah, “Cinta pada pandangan pertama”. Biasanya pada saat melihat seseorang yang menurut kita menarik secara fisik, kita dapat langsung menyukainya dan ingin mendekatinya.
II. Romantic Love
Pada tahap ini, secara fisik dan emosi sudah saling tertarik. Sudah ada aspek Hasrat dan intimasi yang terlibat dalam hubungan cinta ini, namun belum ada komitmen diantara mereka. Pada masa awal-awal remaja, di SLTP atau SLTA, biasanya anak-anak remaja pacaran hanya beberapa bulan, kemudian mencari pasangan yang baru.
III. Consummate love
Cinta ini adalah cinta utuh dimana aspek hasrat, intimasi, dan komitmen sudah dimiliki oleh pasangan, namun hubungan cinta seperti butuh usaha yang kuat dari masing-masing pihak untuk mempertahankannya.
IV. Companiate Love
Biasanya tahap ini terjadi pada orang yang sudah lama menikah. Hasrat sudah memudar karena sudah lama bersama pasangan, namun intimasi serta komitmen masih bertahan.
Teori perjalanan cinta tersebut tidak berlaku mutlak, jadi pasangan dapat mengalami 4 hal tersebut secara tidak berurutan dengan tipe-tipe cinta lainnnya (Fatuous Love, empty love, dan lain-lain) atau bahkan putus di tengah jalan. Menurut Yela (1998) dan Bersheid (2010), dua orang Psikolog yang meneliti tentang cinta, seseorang dapat berganti-ganti tipe tersebut karena aspek-aspek cinta (intimasi, hasrat, dan komitmen) yang mereka alami naik-turun seiring berjalannnya waktu. Jadi, bila sedang menemui masa-masa dimana kita merasa bosan  ataupun merasa tidak sayang lagi pada pasangan kita, bukan berarti kita tidak mencintainya, melainkan kita hanya sedang mengalami salah satu dari jenis-jenis cinta yang dikemukakan oleh Sternberg.  (Khrisnaresa)
Sumber:
Baron, Robert. A., & Byrne, Donn. (2000). Social Psychology 9th Ed. Boston: Allyn & Bacon.
Yela, Carlos. (1998). Temporal course of the basic components of love throughout relationships. Psychology in Spain. 2. 76-86.
Berscheid, Ellen. (2010). Love in the fourth dimension. Annu. Rev. Psychol. 61. 1-25.

Puisi Cinta


Satu nafas terhembus adalah kata
Angan, debur, dan emosi tercampur
Dalam jubah terpautan

Tangan kita terikat... bibir kita menyatu
Maka setiap apa yang terucap
Adalah sabda pandita ratu

Di luar itu pasir
Di luar itu debu
Hanya pasir meniup saja lalu hilang
Terbang tak ada

Tapi kita tetap menari
Tarian cuma kita yang tahu

Jiwa ini adalah tandu
Duduk saja... maka akan kita bawa semua

Karena kita adalah satu

Puisi Rangga

Kulari ke hutan kemudian teriakku
Kulari ke pantai kemudian menyanyiku

Sepi.. sepi.. dan sendiri aku benci
Aku mau bingar.. aku mau di pasar
Bosan aku dengan penat
Dan enyah saja kau pekat

Seperti berjelaga jika kusendiri
Pecahkan saja gelasnya biar ramai...
Biar mengaduh sampai gaduh..

Ada malaikat menyulam
Jarring laba laba belang di tembok
Keraton putih
Kenapa tak goyangkan saja..
Loncengnya..
Biar terdera

Atau aku harus lari ke pantai
Belok ke hutan