Sunday, June 1, 2003

Sepi itu Cinta


::Sepi itu cinta::sarap 
 :: ini hanya untuk sekedar mengungkapkan rasa rinduku pada apa yang aku 
sendiripun tidak tahu. menyatu dalam duniaku, bergerak seiring angin berhembus 
di lereng-lereng gunung dan mengalir laksana derasnya aliran sungai-sungai di 
kaki langit cakrawala keindahan ::


Friday, May 23, 2003   
Alunan nada kerinduan begitu sahdu terdengar di telinga, seiring dengan semakin 
jauhnya aku berjalan menembus gelapnya malam. Tertatih ku coba melangkah menjauh 
dari keramaian yang membuatku terbuai pada impian yang tak juga kunjung hadir. 
Sayup-sayup masih ku dengar alunan nada itu, terkadang memaksaku untuk kembali 
menengok ke belakang, sehingga langkahku pun kembali tertahan untuk yang ke 
sekian kalinya, sembari menyeka keringat dari wajah dekil berbalut debu yang 
semakin menebal, menerawang mata ini, mengingat semua percakapan yang pernah 
kita lakukan, berbual dalam mimpi, sampai terciptanya puluhan puisi yang 
terkadang membuat kita lupa bahwa ini hanyalah sekedar mimpi-mimpi yang membuai 
hidup kita sendiri,

Adalah hidup yang membuat kita tau artinya luka

Sudah sekian lama ku tinggalkan keramaian dunia maya, menciptakan kerinduan 
tersendiri, memaksa aku untuk mengingat dan menerawang bahwa di seberang dunia 
sana, melewati kabel-kabel yang mentransmisikan sinyal-sinyal digital, dari 
seberang layar monitor nun jauh di sana, di seberang jauh dari balik layar 
monitor komputerku yang dahulu bisa menciptakan suatu perasaan tertentu dalam 
dimensi tersendiri di kala aku menemukan deretan kata-kata yang terbaca dari 
layar monitorku sendiri, juga deretan kata yang aku ketikan untuk membalas 
deretan kata yang barusan saja aku baca yang mungkin terketikkan dari balik 
layar montor di ujung kabel sebelah sana.
Keadaan sekarang sudah sangat jauh berbeda dari keadaan di mana kita dahulu 
pernah bersama dalam berbalas kata, bersenandung dalam kebahagiaan semu yang di 
ciptakan oleh waktu yang terus menggulung yang bahkan terkadang tidak peduli 
siapa dan dengan siapa kita berinteraksi, menyatu dalam kesombongan tertentu, 
berkalaborasi sehingga menciptakan alunan nada kecongkakan tersendiri, tapi 
semua itu kita nikmati, walau terkadang atau bahkan dengan teramat seringnya, 
simfoni itu teriringi dengan pedihnya hati, dan selalu berakhir dengan kata 
“entahlah”.
Dan dalam perjalanan pertapaanku kali ini, aku terkadang menemukan berbagai 
macam cerita yang mengalir dari para tetua, tentang cinta, juga tentang dendam 
yang tak ada kunjung habisnya. Dari beberapa buku yang aku temukan tercecer, 
tersobek dan tercabik pada luka yang tak ada habisnya, aku mulai mengerti bahwa 
apa yang selama ini aku anggap salahpun ternyata mulai menunjukkan kebenarannya, 
pencerahan pada apa yang semula di anggap kegelapan. Entah aku yang sudah mulai 
mengerti ataukah aku yang sangat-sangat terlambat untuk belajar mengerti, yang 
pasti sedikit demi sedikit, cahaya mentari sudah mulai menerobos masuk melalui 
celah-celah bilik tua yang aku pergunakan untuk menyandarkan tubuh kotor nan 
rapuh ini.
Dalam keadaan lelah masih sempat aku dengar lirik yang mengalun sayup-sayup 

Pada suatu kali dalam perjalanan
Di suatu rumpun babbu kutemukan
Sebuah sarang dan di dalamnya
Seekor burung kecil yang manis

Burung kecilku yang manis
Senyum di wajahnya
Menyambut pengembara
Lagu di dendangkan
Aku pun berhenti

Kemudian beberapa saat
Anginpun datang
Burung kecilku bernyanyi
Aku semakin tenggelam
Burung kecilku yang manis
Maukah menyambut cintaku
Cinta pengembara yang gairah
Cinta pengembara yang gelisah

Dan ketika sekali lagi angin mendesah
Akupun teringat : pengembara tak boleh berhenti dijalan

Burung kecilku yang manis
Katakan cinta kepadaku
Cintamu air bening sahara
Cintamu penghapus duka

Lalu sesudah itu sambil berjanji
Suatu kali akan kembali, akupun melangkah
Wahai perjalanan masih jauh
Wahai perjalanan masih jauh
[*Di Rumpun Bambu Burung Kecil, Kuntowijoyo, Mantra Penakluk Ular]

Dan akupun terlelap pada kesepian malam...
Aku ingin mengatakan padamu yang sebenarnya, aku jatuh ....
posted by andi sarap | 8:07 PM 



Wednesday, May 21, 2003   
Malam ini

Ternyata malam tak selalu kelam
bahkan terkadang lebih terang dari siang

Bukan, bukan itu yang ku maksud kawan
Bukan karena lampu neon
ataupun gerak lincah penjaja kesenangan

Bukan,
Bukan karena purnama tengah malam
ataupun cerahnya langit bertabur bintang
Bukan...

Malam ternyata lebih menyenangkan dari siang
Malam ternyata gemerlap tanpa gelap
dan tiada pekat
dengan satu syarat
Engkau erat dalam dekap...

R.S.N dalam kesepian
posted by andi sarap | 12:50 AM 



Thursday, April 10, 2003   
good bye ..... :)

makasih buat semuanya ....

posted by BeLLa Principessa | 11:00 PM 

  
Uhmm..apa gue musti pamit pada kalian semua? entahlah, terkadang aku masih belum 
bisa untuk merubah kehidupan yang selama ini aku jalani, tapi mau tidak mau aku 
memang harus keluar dari persoalan yang selama ini melilit hidup ini, dan 
mungkin inilah jawaban yang selama ini aku dapatkan, mungkin aku akan kembali ke 
jakarta, yang pasti, dalam minggu ini aku sudah keluar dari yogyakarta, dengan 
tangan kosong, dan itu adalah kegagalan yang mau tidak mau harus aku akui kalau 
aku memang gagal.
aku ambil keputusan di saat tidak ada seorangpun ada di sini untuk bisa aku 
minta pendapat, aku pergi di saat yang lain telah lebih dahulu meninggalkan aku, 
aku di tinggalkan karena aku kukuh pada apa yang menjadi keyakinanku dahulu dan 
sekarang apa aku sudah menyadari semua kekeliruanku itu?, kenapa ke angkuhan itu 
aku pelihara? egoistis banget kayaknya kalau aku ingat-ingat semua itu.
dan sekarang aku terpaksa atau entah di paksa atau memang sudh seharusnya untuk 
pergi meninggalkan semua ini, aku pamit menuju ke kedamaian, aku pamit bukan 
untuk mati, tapi untuk hidup lagi, dan untuk kembali lagi pada kalian yang masih 
menganggap aku teman. jadi maaf kan apa bila selama ini aku banyak salah sama 
kalian semua, aku memang terlalu egois, terlalu sombong dan angkuh, tolong 
maafkan semua kesalahan yang pernah aku perbuat, dan aku pamit bukan untuk 
mati..:) tapi untuk memulai kehidupan yang baru..
posted by andi sarap | 4:48 AM 



Wednesday, March 26, 2003   
bingung mau posting apa..:) tau deh bt
posted by andi sarap | 12:20 PM 



Saturday, March 22, 2003   
Sebuah perasaan dalam hati yang tidak dapat dilukiskan
tentang seseorang dengan harapan dapat memiliki, ingin
membahagiakan dan tidak ingin terpisah. 
Josh Mc Dowell : menyebut cinta sebagai sesuatu yang diharapkan semua
orang tanpa cinta manusia tidak sempurna, kehilangan
cinta manusia akan menjadi putus asa
posted by andi sarap | 2:07 PM 



Friday, March 21, 2003   
Malam Hitam Di Mata Kelam

malam hitam sayang, di matamu kelam
ada lukisan diriku, pada selaputtusuklah saja, dengan penuh cemburu
atau cinta dengan segerakatakan, bahwa bayang kan segera lewat
menyeberangi cakrawala, atau pikiran kita

nanang
posted by andi sarap | 11:34 AM 



Wednesday, March 19, 2003   
error lagi..:(
posted by andi sarap | 12:09 PM 

  
Banyak kata menghujat cinta
meski banyak manusia mengelukannya
Senandung mereka cinta bermata dua
serapah mereka cinta simalakama

Cinta adalah rindu dan benci
Cinta adalah bahagia dan derita
cinta adalah senyum dan petaka
Cinta adalah manis dan pahit
kata mereka...

Mengapa kini manusia bendakan cinta?
sedangkan cinta adalah rasa
cinta adalah makna keindahan
cinta adalah butir kebahagiaan

Cinta adalah manis dalam manis dan pahit
Cinta adalah senyum dalam senyum dan petaka
Cinta adalah bahagia dalam bahagia dan derita
dan cinta tiada mendua

Cinta adalah SIFAT TUNGGAL
Cinta hadir kala sang ayah belai ananda
Cinta hadir kala sang kaya santuni fakir
dan Cinta hadir kala kita bahagia

Lalu bagaimana mungkin engkau menderita karena cinta??

*tulisan ngarasan, seorang teman waktu stm, di ambil dari milist sekolah*
posted by andi sarap | 8:13 AM 

:: 1024 x 768 ::



Sumber : www.sepi.blogspot.com 

No comments:

Post a Comment